TOPENG
Di malam yang panjang ini, aku kembali duduk dan terdiam dengan mata sekakan enggan terpejam. Seperti selalu ingin menikmati keheningan
malam, menemani kesendirian yang semakin terasa sulit. Aku kembali
teringat tentang perjalanan hidup, perjalanan yang telah terlewati
sebelum nya. Kepedihan, rasa sakit dan sesak seakan mengisi setiap detik
hari-hari yang lalu.
Saat
ini aku hanya sudah lelah dengan kesendirian, berharap ada pundak yang
dapat menerimaku untuk bersandar, berharap akan ada yang megingatkan di
saat aku sudah mulai lupa. Kisah ini bukan seperti parodi rama dan
shinta, bukan pula seperti kisah Habibie & Ainun. Ini hanya kisah
lelaki penyendiri yang sealu memaki topeng yang senantiasa tersenyum dan
tertawa, menampakan dia selalu kuat dan bahagia. Kisah ini hanya
menceritakan seorang lelaki yang tidak pernah jujur pada diri sendiri
dan pada orang-orang yang di cinta, hanya kisah klise sepotong daging
tak berguna.
Sekarang
seorang pengecut yang bahkan tidak bisa jujur pada dirinya sendiri
sedang mengharap sebuah kebahagiaan. Sebuah keajaiban yang mungkin tuhan
enggan menjawab setiap do’a nya, terus dan terus saja memakai topeng.
Berharap hanya pada harapan kosong bermimpi hanya pada mimpi semalam,
dan tersenyum menutupi getir nya air mata. Kembali sontak fikiran lelaki
bodoh dan pengecut ini melayang entah kemana seraya bergumam
“ akan kah ada seseorang yang akan mengerti aku..?
akan kah ada tangan-tangan yang akan mengangkat ku saat aku terjatuh..?
akan kah ada pundak tempat aku bersandar di saat aku lelah..? “
akan kah ada pundak tempat aku bersandar di saat aku lelah..? “
Di dalam hati lelaki ini hanya berharap akan menemukan apa yang dia cari, berharap, berharap dan berharap itulah yang di lakukan lelaki pengecut, yah lelaki itu adalah aku. Selalu
bersabar walau setiap harapannya dalah harapan kosong, selalu sabar
walau di acuhkan. Entah seberapa kuat dan tebal dinding di hati nya,
suatu saat pasti akan hancur jua, nampak nya sedikit demi sedikit
dinding kokoh itu sudah mulai terkena korosif. Hanya tinggal menunggu,
hingga waktunya tiba dinding itu akan roboh, jatuh dan terinjak mengalahkan semua keyakinan yang telah ia pertahan kan selama ini.
0 Response to "Topeng Lelaki Itu"
Posting Komentar