Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 42

GANTIKAN YANG HILANG , TUMBUHKAN YANG TELAH PATAH


Malam terasa semakin dingin waktu menunjukan pukul 11.43 WIB, kembali  aku saksikan lembar lusush memori masa lampau. Ku pandangi jengkal demi jengkal kata yang tertanam dalam bilah-bilah lembar kerja ku. Kembali teringat memori indah di masa silam, ternyata aku masih lah lelaki yang teramat lemah , hati ini terlalu mudah goyah oleh ujian Allah yang  di sebut cinta.
Yah memang begitu lah Tuhan selalu menguji setiap umat nya yang meng ikrarkan diri sebagia Umat Beriman, seberapa kuat iman kita akan sebanding dengan berapa banyak ujian yang akan  mamapu kita lewati. Dalam kegelapan malam, hati kembali tersadar sebuah perasaan  dengan penuh kesungguhhan sering kali berubah makna menjadi sesuatu yang berlebihan, layak nya Kelebihan Al dalam tanah yang akan menyebabkan tanaman keracunan, karena tanah berubah sifat menjadi asam, Allah telah banyak mengajarkan kita dari Allam, bahwa sesuatu yang berlebihan akan berujung tidak baik.

Kembali renunggan malam berlanjut, hati ini memang sedang goyah melihat keindahan mahluk ciptaan mu, namun kembali lagi biarkan lah hati ini selalu tertunduk kepada-Mu, biarkanlah mata ini selalu berpaling buka karena rasa benci, tetapi karena merasa Engkau melindungi pandangan ku dari yang belum seharus nya ku pandang, biarkan wajah ini selalu tertunduk bukan karena tidak mensyukuri nikmat hidup yang kau beri, tetapi karena menjaga syariat-Mu. Biarkan  hati ini tetap mencintai tetapi bukan karena nafsu, semua semata memelihara anugerah Mu yang telah engaku tiupkan kedalam hati . Ridhoi lah setiap tetesan air mata, bukan karena aku mengeluh tetapi karena kejujuran hati ini yang merindukan nya, namun jadi kanlah rindu kepada nya, membuat akau semakin dekat kepadamu, jadianlah aku Istiqomah di jalan Cinta-Mu.
Ya Allah hati ini begitu rapuh dan lemah, tak urung aku selalu menahan tegar di ujung mata, tak urung hati ini selalu membelot berusaha menunjukan rasa itu, namun jadikanah semua gejolak ini sebagai bagian dari ujian dan penempa hati agar menajdi pribadi yang lebih kuat, pribadi yang lebih siap, pribadi yang lebih tangguh, smapai hari bahahagia penunh anugerah tiba…!
Ya Allah aku titipkan hati dan cintaku terhadap nya , jagalah kejujuran hati ini sebagai mana engaku menjaga kesucian hati Rasul Mu. Kepada siapa lagi aku harus meminta selain aku meminta kepada Mu ya Rabb, ya Allah bila yang aku rasakan ini benar-benar Anugerah mu, maka biarkan lah akau mecintai sesorang yang hati nya jauh mencintai-Mu, dan birakan lah aku mencintai nya setelah aku benar-benar mencintai-Mu dan Rasuul mu.  “Ya Allah GANTIKAN YANG HILANG DAN TUMBUHKAN YANG TELAH PATAH”
Aaamin…..
Senin 14 , Mei 2012
Pukul  12:10

0 Response to "Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 42"

Posting Komentar

Flag Counter