Pantas kah Aku Menyangi Mu, Simponi Senyum yang Luarbiasa…?
Tuhan
betapa aku sangat malu, kenapa aku bisa menayangi sang simponi senyum
itu yang sangat luarbiasa, tapi aku ingin mencintai nya setulusnya
dalam do’a, dalam hidup. Dan dalam setiap nafas ini. Aku ingin bearda di
dekatnya Selamanya namun aku hanya bisa bergelut dengan imajiku saja.
Ingin ku simpan semua cerita ini di dalam kendi-kendi hati ku, namaun
aku tidak bisa berpura-pura dan terus berbohong terhadap hati ini, Ya
Allah kemanakah aku harus membawa Perasaan ini, hati ini berkata “ Kejar
harapan Mu” namun jiwa ini merasa malu, sebab diri ini masih lemah,
kotor, dan Hina.
Pantaskah
aku menyayanginya, Simponi Senyum yang luarbiasa dengarkan, Aku
seorang lelaki yang lemah,kotor dan hina ini, ingin menjadi
pendampingmu, bangunkan aku dari segala kelemahan ini, kuatkan aku
dengan senyuman mu sebagai mana bisanya, bangun impianku dengan kata2 mu
seperti dahulu, dan ingatkan aku dengan keikhlasan mu. Simponi senum
itu, duahi engkau yang bagaikan permata, sinari hati
Sikapku
memang takkan bisa sempurna namu menyayangimuu adalah anugerah bagiku.
Teringat ucpaan seorang sahabat karib ku “ teman dia itu orang yang
hebat kamu harus sungguh-sungguh jika mencintai dan menyayangi nya”, yah
kini aku menjawab aku sungguh-sungguh, aku sungguh-sungguh inggin
bahagia sampai ke surga bersama nya. Kembali sahabt ku berkata “ Jika
kamu ingin meyakinkan Wanita Hebat seperti dia kamu harus melakukan Hal
hebat juga”, di sini hati ku bertanya kepada sang waktu, angin dan
rerumputan yang menari seakan menyemangatiku. Hal hebat apa yang bisa
aku lakukan untuk meyakinkan Hati Mu, wahai simponi Senyum. Engkau
terlampau Luarbiasa di Banding aku, Aku saja masih sangat rapuh dan
lemah bagai mana aku bisa melakukan hal besar untuk Meyakinkan mu. Apa
yang harus kuperbuat, smentara satu-satunya hal yang bisa aku lakukan
hanya lah menulis. Kembali sahabat ku berkata “ tulislah tentang
Kejujuran Hatimu dan Berikan Kepadanay”. Yah benar dan aku sedang
melakukan nya di Subuh ini.
Sekalipun
persaan ini takkan pernah tersampaikan aku kan tetap bersyukur dan
menyimpan persaan yang sangat indah ini di dalam lemari-lemari memori
jiwa yang masih kosong ini. Aku percaya Allah selalu melihat apa yang
aku lakukan dan mengerti apa yang aku rasakan, ini lah cinta yang
sesungguh nya Cinta yang menguatkan aku, cinta terhadap seorang Wanita
yang Selalu Di cintai Olleh Allah. Namun Maaf jika persaan ku ini
mengangu mu Kh. Semua ini Karen aku manusia Biasa, Aku sangat merindukan
kamu, walau aku tak tau apa yang engkau rasakan terhadap ku.
Senin 26,Desember 2011
Pukul 02:24
Pantas kah Aku Menyangi Mu, Simponi Senyum yang Luarbiasa…?
0 Response to "Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 18"
Posting Komentar