Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 18

Pantas kah Aku Menyangi Mu, Simponi Senyum yang Luarbiasa…?


Tuhan betapa aku sangat malu, kenapa aku bisa menayangi sang simponi  senyum itu yang sangat luarbiasa, tapi aku ingin mencintai nya setulusnya  dalam do’a, dalam hidup. Dan dalam setiap nafas ini. Aku ingin bearda di dekatnya Selamanya namun aku hanya bisa bergelut dengan imajiku saja. Ingin ku simpan semua cerita ini di dalam kendi-kendi hati ku, namaun aku tidak bisa berpura-pura dan terus berbohong terhadap hati ini, Ya Allah kemanakah aku harus membawa Perasaan ini, hati ini berkata “ Kejar harapan Mu” namun jiwa ini merasa malu, sebab diri ini masih lemah, kotor, dan Hina.
Pantaskah aku menyayanginya, Simponi Senyum yang luarbiasa  dengarkan, Aku seorang lelaki yang lemah,kotor dan hina ini, ingin menjadi pendampingmu, bangunkan aku dari segala kelemahan ini, kuatkan aku dengan senyuman mu sebagai mana bisanya, bangun impianku dengan kata2 mu seperti dahulu, dan ingatkan aku dengan keikhlasan mu. Simponi senum itu, duahi engkau yang bagaikan permata, sinari hati
ini, ajari aku cara meraih tulus hati mu.
Sikapku memang takkan bisa sempurna namu  menyayangimuu adalah anugerah bagiku. Teringat ucpaan seorang sahabat karib ku “ teman dia itu orang yang hebat kamu harus sungguh-sungguh jika mencintai dan menyayangi nya”, yah kini aku menjawab aku sungguh-sungguh, aku sungguh-sungguh inggin bahagia sampai ke surga bersama nya. Kembali sahabt ku berkata “ Jika kamu ingin meyakinkan Wanita Hebat seperti dia kamu harus melakukan Hal hebat juga”, di sini hati ku bertanya kepada sang waktu, angin dan rerumputan yang menari seakan menyemangatiku. Hal hebat apa yang bisa aku lakukan untuk meyakinkan Hati Mu, wahai simponi Senyum. Engkau terlampau Luarbiasa di Banding aku, Aku saja masih sangat rapuh dan lemah bagai mana aku bisa melakukan hal besar untuk Meyakinkan mu. Apa yang harus kuperbuat, smentara satu-satunya hal yang bisa aku lakukan hanya lah menulis. Kembali sahabat ku berkata “ tulislah tentang Kejujuran Hatimu dan Berikan Kepadanay”. Yah benar dan  aku sedang melakukan nya di Subuh ini.
Sekalipun persaan ini takkan pernah tersampaikan aku kan tetap bersyukur dan menyimpan persaan yang sangat indah ini di dalam lemari-lemari memori jiwa yang masih kosong ini. Aku percaya Allah selalu melihat apa yang aku lakukan dan mengerti apa yang aku rasakan, ini lah cinta yang sesungguh nya Cinta yang menguatkan aku, cinta terhadap seorang Wanita yang Selalu Di cintai Olleh Allah. Namun Maaf jika persaan ku ini mengangu mu Kh. Semua ini Karen aku manusia Biasa, Aku sangat merindukan kamu, walau aku tak  tau apa yang engkau rasakan terhadap ku.
Senin 26,Desember 2011
Pukul 02:24
Pantas kah Aku Menyangi Mu, Simponi Senyum yang Luarbiasa…? 

0 Response to "Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 18"

Posting Komentar

Flag Counter