Sehina Apapun Aku Berikanlah Kesempatan itu
Hari
demi hari terus aku jalani penuh semangat dan keyakinan dengan
berbekalkan senyum sang simponi, entah di mana rimbanya dia berada sudah
terlampau lama aku tak Nampak dengan keindahan dalam setiap tatapan den
senyuman nya. Masih teringat semua yang telah dia ajarkan kepada ku
hanya saja masih ada satu pertanyaan yang belum di jawab oleh sang
simponi.
Bagaimakan
cara agar kita bisa terenyum dari dalam hati..?, sebuah pertanyaan yang
sampai sekarang belum terjawab, karena memang belum dijawab. Sebuah
pertanyan yang sebelum nya tak pernah terfikirkan dalam hidup ini. Namun
kini pertanyaan itu dan beribu pertanyaan lain yang ingin aku tanyakan
kepada sang simponi terus menari-nari di dalam imaji ku yang terus
menemani setiap langkah dan nafas ini, entah kapan semua pertanyaan itu
akan terjawab
.
Rasa
nya mata ini belum rela terpejam sebelum hati ini kembali mengenang
kebesaran mu ya Allah. Telah kau tunjukan melalui hawa ciptaan mu yang
sangat luarbiasa, diman kemampuan nya tergambar daris seluruh pancaran
surya dalam dirinya. Selalu
saja aku berkata tentang hal-hal hebat tetang dia, selalu aku mngatakan
hal itu adalah senyum nya, ya Allah aku telah terbawa oleh senyum itu.
Kembali
kau harus berfikir apa yang harus aku goreskan kedalam lembar kerja
ini, aku terlampau bingung karena sudah sangat lama aku tak bersua
dengan sang simponi, walau masih Nampak jelas dalam hati dan imaji ku
betapa luarbiasa setiap ucapan nya, betapa indah setiap senyuman dan
tatapan nya, dan sangat mengagumkan tindakan yang dia lakukan. Namun itu
sja tidak cukup tidak mungkin goreskan terus
menerus tentang hal yang sama dalam setiap lembar kerja menjadikan
goresan-goresan yang berwarna. Aku inigin ada warna lain yang bisa aku
torehkan dalam barisan kisah ini.
Ya
Allah aku sangat merindukan keagungan mu yang terpancar pada setiap
jengkal nafas Wanita luarbiasa ciptaan mu itu, berikan lah aku
kesempatan untuk menatap nya lagi, berikan aku kesempatan untuk
mensyukuri karuiniamu, berikan aku kepercayaan untk engkau titipi
anugerah itu agar aku bisa
membahagiakan dia, berikanlah aku kesempatan dan keberanian untuk
mengungkapkan kejujuran ini. Sehina apapun aku Ya Allah berikan aku
kesempatan itu karena aku tulus dan ikhlash menyayanginya, wlaupun
engkau mencintainya lebih dari siapapaun ya Allah.
Sabtu, 31 Desember 2011
Pukul 01:01
Sehina Apapun Aku Berikanlah Kesempatan itu
0 Response to "Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 23"
Posting Komentar