Ikhsan, Nama Saya Ikhsan yah Pangil Saja Ikhsan
Ke
eseokan hari, pada hari yang telah di tentukan mereka semua berangkat
ke tempat di mana mereka akan melakukan latihan bersama anak-anak. Namun
pada hari itu tidak semua dari
ke-17 orang tersebut bisa datang melainakn hanya enam orang saja yang
bisa datana karena sebgian besar dari mereka pada hari tersebut masih
memilki kesibukan untuk kuliah. Setelah menghabiskan waktu di perjalanan
kurang lebih sepuluh menit, mereka akhir nya sampai di tempat yang
telah di tuju. Namun Kirani belum tammpak di tempat itu, seklias mereka
kebingungan akan kemana, namun ada tiga orang yang menyambut mereka
yaitu ferdi, Riky dan Puput.
Mereka
saling berkenalan satu sama lain begitu juga dengan lelaki muda
tersebut. Ternyata mereka masih harus berjalan masuk kedalam areal
perumahan yang ada di sana untuk sampai ketempat di mana anak-anak itu
biasa berkumpul. Sepanjang jalan lelaki muda itu terus melangkah penuh
keyakinan mengikuti rekan-rekan nya dari belakang dengan headshet yang
setia menempel di kedua daun tlinga nya “ apa yang akan aku temui di
dalam yah” gumam lelaki muda. Dengan seksama dia melihat daerah sekitar tempat meneruskan langkah , semua Nampak megah di kejauhan, tetapi semakin menampakan keangkuhan dan kokoh bangunan dari egoisme manusia kota
.
Stelah
melewati jalan yang berliku-liku dan licin akhir nya mereka semua
sampai di tempat yang di maksud. Ternyata kirani sudah bearda di sana
lebih dulu, dia terrlihat tengah asik berrmaian bersama anak-anak tersebut,
kuarng lebih jumlah nya dua puluh lima orang. Kembali lelaki muda itu
tersenyum melihat pemandangan di depan nya. Begitu sayang nya wanita
misterius itu kepada mereka yang jelas-jelas bukan saipa-saiap dari
kirani. Lelaki muda sejenak menghela nafas seraya memejamkan mata dan
dia dapat merasakan dada nya mulai bergetar haru melihat kebesaran hati
Kirani, “ ini lah wanita itu, wanita yang luar biasa”, rasa
penasaran lelaki muda itu bukan nya lenyap tetapi malah semakin besar.
Tiba-tiba dia dikejutkan oleh sapaan lembut “ hai kamu..!”, semabri
menunjuk lelaki muda yang tengah melamun “ kenapa diam saja ayo kesini
berkenalan dengan mereka”, lelaki muda itu langsung melangkah mendekati
kerumunan anak-anak.
Kembali
kirani bertanya,” saiapa namamu aku lupa” lelaki muda itu dengan senyum
yang lebih bahagia dari biasa nya menjawab,” Ikhsan, nama Saya ikhsan
yah pangil saja Ikhsan” lelaki muda itu menjawab nya dengan gugup, namun
kirani hanya kembali memelemparkan senyum manis nya yang terlihat kian
menarik bagi lelaki muda, Ikhsan. Selanjut nya setelah selesai
berkenalan latihan di mulai. Sambil melangkah lelaki muda itu berkata “
inlah aku Ikahsan”. Dengan semangat dan senyum simpulnya ikhsan
mengikuti latihan dengan serius dan makin merasa akrab dengan anak-anak
tersebut, bahhkan di lubuk hati
yang paling dalam ikhsan merasa kerinduan terhadap ke dua keponakan nya
sedikit terobati. Di tambah lagi nampaknya ikhsan mulai memiliki
persaan yang berbeda kepada kirani.
0 Response to "(J50K) Kupu-Kupu Berjilbab " Perjuangan Cinta, Cita dan Aamanah" Part: 9"
Posting Komentar