Derik
langkah kaki terpental dari frekuensi suara ruang tiga dimensi, ini lah
langkah awal seorang lelaki muda awam untuk meniti setangkai demi
setangkai tangga masa depan nya. Tibalah dia sebuah terminal Bus dengan
tergopoh-gopoh membawa barang bawaan bersama ke dua manusia tangguh
yaitu orang tunya besrta seorang gadis mungil di sebelah mereka. Tepat
pukul 12:32 wib, mereka berangkat drai kota asal menuju kota impian yang
menjadi tujuan lelaki awam ini untuk menggapai berjuta bintang
imajinya.
Setelah
menempuh perjalanan dua puluh empat jam akhirnya tiba lah lelaki muda
itu di tempat yang dituju.Sambil menghela nafas panjang dia turun dari
Bus dengan penuh semngat dan sejenak dia memandang sekitarnya, dalam
hati lelaki muda ini berkata “ ini lah tempat ku memulai langkah awal
merajut jalinan kisah masa depan indah ku, yang akan tertata rapih dalam
rak-rak kosong memorial dari setiap epidode perjalanan hidup, akan
mulai aku rajut dari benang-benang keikhlasan dan semangat yang di padu
dengan hiasan bunga iamaji, ini lah tempat itu Bogor”
.
Kembali
lelaki mmuda itu menghela nafas dan menghentakan langkah pertma menuju
istana, selama ia menempuh pendidikan lanjutan di salahasatu universitas
ternama di kota bogor. Langkah demi langkah dia lalui dengan penuh
semangat dan suka cita, tanpa memikirkan tantangan besar dan tanggung
jawab tengah menantinya di kemudian hari setelah dia menyandang status
Mahasiswa. Akhirnya sampaialah di tempat yang di tuju sebuah rumah kost
yang sederhana, milik seorang penduduk, diman masyarakat kerap memangil
nya Umi.
Tanpa
menunggu waktu lama lelaki muda itu langsung membereskan barang bawaan
nya di bantu oleh bapak dan ibu nya yang sangat luarbiasa. Hingga tiba
di penhujung waktu kedua orang tua dari lelaki muda itu harus berpamitan
untuk kembali pulang ke tempat persinggahan mereka yang bearda di luar
pulau, dengan pesan dan pelukan yang penuh nanar air mata sang ibu
dengan berat hati melepas putra nya tersebut. Lelaki muda itu tidak
dapat berkata apa-apa hanya mampu berkaca-kaca pada kedua bola matanya
dan akhirnya menjatuhkan butiran-butiran kasih sayang dari indah nya
kucuran air mata. Sementara si bapak hanya bisa menyaksikan dari dekat
sambil berusaha terlihat tegar.
Tingglah
sendiri lelaki muda itu di dalam istana baru nya, sambil tetap menahan
desakan hati untuk menjatuhkan air mata lelaki ini berkata “ Berikanlah
aku yang terbaik, mudahkan lah setiap langkahku, dan berikan lah aku
kesehatan Ya Allah”. Setelah itu dia mulai memajamkan mata nya untuk
memualai hari esok yang akan menjadi lonjakan besar dalam hidup nya,
dengan terus di temani dengan angan-angan dan imaji dalam setiap detik
hidup nya, lelaki muda itu berusaha untuk memjamkan matanya.
0 Response to "( J50K) Kupu-Kupu Berjilbab " Perjuangan Cinta, Cita dan Aamanah""
Posting Komentar