Aku tak tau apa yang aku rasakan setahun yang lalu, cinta,
persahabatan, patah hati, kecewa, php, kehilangan semuanya terjadi
begitu saja. Setelah diriku sempat terluka tiba-tiba datang seseorang
yang mulai mengisi hari-hariku kami amat akrab, akrab sekali seperti
sepasang kekasih namun kami menganggap hubungan ini adalah persahabatan
karena Islam takkan mengijinkan kami ada hubungan yang belum halal. Aku
menyadari itu, menyadari bahwa kedekatan kami tak wajar lagi tak hanya
sebatas sahabat saja. Tapi lebih dari itu ada cinta yang bersemi di
lubuk hati kami yang terdalam namun karena kecintaan kami kepada Allah
SWT. Kami tak berani untuk mengungkapkannya kami lebih memili
memendamnya dalam hati, kalau ada yang bertanya tentang hubungan kami,
kami hanya bilang kami teman dekat.
Dengan waktu satu jam saja aku bisa mengenal sahabatku, dengan waktu
satu hari saja aku bisa mendekatinya, tapi mengapa harus dengan sangat
begitu lama aku menantikan jawaban cinta darinya, dan bisa mengungkapkan
rasa yang berkecamuk di reluk hatiku.
Meski terkadang hati ini juga sakit, memang tak mudah untuk memendam
rasa yang ada namun aku yakin dengan janji sang maha kuasa. Janji Allah
bahwa jika engkau mau dapat yang terbaik maka perbaikilah diri maka
Allah akan mengirimkan yang terbaik untukku.Ternyata
sebuah hubungan tak selamanya indah, kadang persahabatanpun bisa retak
oleh beberapa kerikil mulai dari jarak, waktu, komunikasi dan beberapa
hal lain yang masih abstrak dan masih membingungkan untukku, akhir-akhir
ini hubungan kami terasa semakin jauh, dia mendiamkanku tanpa alasan
tanpa aku tahu salah aku apa, aku malu untuk bertanya padanya, sampai
aku pernah berfikir begini “terkadang
kamu harus menghapus memori yang indah mau pun yang buruk dalam
hidupmu, hanya untuk memastikan hatimu tak terjebak di hati yang sama
.Ini mungkin hal yan berat, tak lah mudah melupakan orang yang berarti
dalam hidupmu”, namun hatiku tak bisa tenang sudah tiga minggu
kami tak bertegur sapa, menghapus semua momen, menghapus semua nomor
kontaknya, menghapus semua yang mengingatkanku tentang dia tetap saja
tak berhasil, aku membutuhkannya dia sahabatku meski dia tak pernah tau
perasaanku.
Aku ingin mencoba menyapanya dahulu namun aku takut hatiku sakit jika
ia masih tak mengabaikanku, aku bingung aku harus apa, aku terus berdoa
dan meminta kepada sang pemilik cinta, tunjukkan aku apa yang harus aku
lakukan hingga akhirnya aku beranikan bertanya , tentang apa yang
sebenarnya terjadi. Apa aku pernah berbuat salah terhadapnya, akhirnya
ia menjawab tak ada apa-apa maaf ya ra aku lagi banyak masalah hanya
seuntaian kata itu yang dapat ia tuliskan, dia tak bercerita apa-apa
lagi dari apa yang aku lihat dijejaring sosialnya dia lagi patah hati
entah dengan siapa aku tak pernah tau itu bilang setelah semua
kepercayaan yang dia berikan mengapa dia disaki, dia bilang dia membenci
orang itu apakah aku?, kurasa tidak mungkin setelah membaca pesannya.
Kini pun hati ku tahu, hatinya telah untuk yang lain telah pergi sejak
kita menjaga jarak, bagiku kalaupun rasa itu tumbuh itu karena Allah,
kalaupun itu dipersatukan itu juga karena Allah , aku ikhlaskan semua
itu aku ikhlaskan ia mencintai yang lain, aku ikhlaskan dia merindukan
yang lain, aku ikhlaskan semuanya pada Allah karena ia bukan milikku,
tak ada ikatan halal antara kita.
Hari ini bintang dihatiku memang pergi mencari hati yang lain, inilah
resiko memendam cinta dan tak pernah mengungkapkannya, ia memilih cinta
yang lain yg sudah ia dengar, ia lebih percaya cinta yang diungkapkan
dibandingkan dengan cinta yang kupendam. Hati siapa yang tahu Allah maha
membolak-balikan hati aku hanya bisa ikhlas dan sabar menunggu dalam
penantian yang panjang, mungkin yang ku anggap kenangan indah hanyalah
kenangan biasa dihatinya. Biarlah tuhan saja yang tahu tentang rasa yang
bersemi dihatiku, toh diapun akan hilang seiring berjalannya waktu,
kalau Allah memang mengizinkannya. Satu hal mungkin yang harus dia tahu,
Aku mencintai dan merindukannya karena Allah. Aku menjauh darinya
karena Allah aku ingin menjaganya agar tidak terjatuh ke lubang dosa,
bagiku dia tetap sahabat meski cintaku tak berbalas. Mungkin dia bukan
jalanku, bukan takdirku karena aku yakin suatu hari nanti akan ada orang
yang mencintaiku dengan tulus menjaga hatinya untuk yang halal yang
siap mengajakku menempuh cara yang halal bukan cara yang tak diridhoi
oleh Allah. Biarkan waktu yang menjawab, biarlah hati yang memilih.
Karena tulang rusuk takkan pernah tertukar, ia akan menemui pemiliknya
diwaktu yang tepat disaat yang tepat dan tentunya diridhoi oleh Allah
SWT.
Semakin hari semakin ku yakin bahwa hanya Allah SWT yang memiliki cinta
sejati ia tetap memberikan cintanya dengan tulus, begitu banyak yang ia
berikan, cinta yang suci sejati, dan hanya kepadanya aku harus taat,
lewat taat kepada orang tua, aku hanya berharap semoga aku bisa menjadi
anak yang sholehah mungkin itulah hadiah terbaik yang bisa aku berikan
kepada kedua orang tuaku.
Selalu ada cinta ketika cinta yang satu pergi, selalu ada sahabat baru ketika sahabat yang lama menghilang.
Cinta memang tak tau sampai kapan begitupun alasan aku jatuh cinta,
perasaan rindu, ingin selalu bersama selalu hadir. Perasaan kasih sayang
yang terkadang tak bisa ku bendung namun aku selalu berusaha
mencobanya.
Writen By : Raidatul Khaira
0 Response to "CINTA DAN PERSAHABATAN"
Posting Komentar