Hujan Hari Ini
Gelap telah mulai menyelimuti langit , setelah selesai beribadah mereka memutuskan untuk pulang, namun sayang Ferdi dan Riky harus mengikuti rapat sehingga mereka tidak bisa
pulang bersama. Sementara teman-teman yang lain telah pulang lebih
dulu, tinggalah Kirani dan Ikhsan pulang bersama. Di perjalanan mereka
berbincang untuk sekedar menghilangkan penat di dalam angkutan kota. Angkutan kota tiba-tiba
saja berhenti di susul oleh masuk nya dua penumpang baru, mereka berdua
adalah mahasiswi asal papua yang sangat khas dengan senyum manis nya.
Kirani dan ikhsan akhir nya larut dalam
pembicaraan panjang dengan dua orang tersebut, namun di tengah asik
perbincangan mereka harus turun karena telah sampai di tempat tujuan, kedua orang itu turun sambail melemparkan senyum khas mereka.
Di
dalam angkutan kirani dan ikhsan kembali berbincang seputar papua,
kirani bahkan mengutarakan keinginan nya untuk dapat singgah ke papua
suatu hari nanti, begitu pula dengan ikhsan sehingga mereka berjanji
akan saling memberikan kabar jika salah satu dari mereka telah singgah
di pulau mutiara hitam.
Tidak
terasa mereka sudah sampai, ikhsan dan kirani bergegas turun dari
angkutan kota, karena hujan sudah menunggu mereka berlalu. Kembali
mereka berdua berjalan di bawah payung ditengah guyuran huajan, namun kali ini mereka tidak saling diam dan tersenyum sendiri-sendiri. Sepanjang jalan ikhsan bertingkah seperti anak
kecil, memang itulah ikhsan di balik semngat nya yang tak pernah surut
dia tidak kuasa menahan sifat ke kanak-kanakn nya. Kirani kembali
melemparkan senyum manis nya seraya berkata “ kamu itu seperti anak
kecil yah…!”, sambil tersenyum Ikhsan menjawab dengan suara polos “
ahahah…. Yah memang begini lah saya, memang kenapa..?”, kembali kirani
berbicara” tidak ada apa-apa hanya saja kamu mengingatkan dengan aku
yang dulu, aku juga dulu seperti kamu”. Dalam hati ikhsan bergumam karena tidak percaya dengan ungkapan Kirani kali ini.
Hujan
semakin deras turun dari langit seakan terus menyerukan kebesaran
Tuhan. Setelah beberapa lama akhir nya mereka sudah berjalan di areal
kampus yang sudah sepi karena waktu telah menunjukan pukul 19:00.
Sambali berjalan bersama di bawah naungan payung, kirani kembali berkata
seraya tersenyum “ nanti bisa jadi fitnah kalau begini”, namun ikhsan
menjawab dengan santai “ ini bukan soal fitnah, tetapi ini soal
melindungi”, kembali kirani hanya bisa tersenyum mendengar jawaban Ikhsan, ementara ikhsan tidak begitu sadar arti ucapan nya sendiri.
Akhir nya arah lah yang memisahkan mereka ber dua, kirani harus
berjalan ke sebelah kiri dan ikhsan terus lurus, karena memang kirani
memiliki sebuah pekerjaan yang harus di selesaikan di kampus dan ikhsan
harus segera kembali ke persinggahan nya sebuah istana sederhana. Mereka
berpisah dengan saling mengucapkan salam dan melemparkan senyum.
0 Response to "(J50K) Kupu-Kupu Berjilbab " Perjuangan Cinta, Cita dan Aamanah" Part: 11"
Posting Komentar