(J50K) Kupu-Kupu Berjilbab " Perjuangan Cinta, Cita dan Aamanah" Part: 11

Hujan Hari Ini




Gelap telah mulai menyelimuti langit , setelah selesai beribadah mereka memutuskan untuk  pulang, namun sayang Ferdi dan Riky harus mengikuti rapat sehingga mereka tidak  bisa pulang bersama. Sementara teman-teman yang lain telah pulang lebih dulu, tinggalah Kirani dan Ikhsan pulang bersama. Di perjalanan mereka berbincang untuk sekedar menghilangkan penat  di dalam angkutan kota. Angkutan kota  tiba-tiba saja berhenti di susul oleh masuk nya dua penumpang baru, mereka berdua adalah mahasiswi asal papua yang sangat khas dengan senyum manis nya. Kirani dan ikhsan  akhir nya larut  dalam pembicaraan panjang dengan dua orang tersebut, namun di tengah asik perbincangan mereka harus turun karena telah sampai di tempat tujuan,  kedua orang itu turun sambail melemparkan senyum khas mereka.
Di dalam angkutan kirani dan ikhsan kembali berbincang seputar papua, kirani bahkan mengutarakan keinginan nya untuk dapat singgah ke papua suatu hari nanti, begitu pula dengan ikhsan sehingga mereka berjanji akan saling memberikan kabar jika salah satu dari mereka telah singgah di pulau mutiara hitam.

Tidak terasa mereka sudah sampai, ikhsan dan kirani bergegas turun dari angkutan kota, karena hujan sudah menunggu mereka berlalu. Kembali mereka berdua berjalan di bawah payung ditengah guyuran huajan, namun  kali ini mereka tidak saling diam dan tersenyum sendiri-sendiri. Sepanjang jalan ikhsan bertingkah seperti  anak kecil, memang itulah ikhsan di balik semngat nya yang tak pernah surut dia tidak kuasa menahan sifat ke kanak-kanakn nya. Kirani kembali melemparkan senyum manis nya seraya berkata “ kamu itu seperti anak kecil yah…!”, sambil tersenyum Ikhsan menjawab dengan suara polos “ ahahah…. Yah memang begini lah saya, memang kenapa..?”, kembali kirani berbicara” tidak ada apa-apa hanya saja kamu mengingatkan dengan aku yang dulu, aku juga dulu seperti kamu”.  Dalam hati  ikhsan bergumam  karena tidak percaya dengan ungkapan Kirani kali ini.
Hujan semakin deras turun dari langit seakan terus menyerukan kebesaran Tuhan. Setelah beberapa lama akhir nya mereka sudah berjalan di areal kampus yang sudah sepi karena waktu telah menunjukan pukul 19:00. Sambali berjalan bersama di bawah naungan payung, kirani kembali berkata seraya tersenyum “ nanti bisa jadi fitnah kalau begini”, namun ikhsan menjawab dengan santai “ ini bukan soal fitnah, tetapi ini soal melindungi”, kembali kirani hanya bisa tersenyum  mendengar jawaban Ikhsan, ementara ikhsan tidak begitu sadar arti ucapan nya sendiri.
Akhir nya arah lah yang memisahkan mereka ber dua, kirani  harus berjalan ke sebelah kiri dan ikhsan terus lurus, karena memang kirani memiliki sebuah pekerjaan yang harus di selesaikan di kampus dan ikhsan harus segera kembali ke persinggahan nya sebuah istana sederhana. Mereka berpisah dengan saling mengucapkan salam dan melemparkan senyum. 

0 Response to "(J50K) Kupu-Kupu Berjilbab " Perjuangan Cinta, Cita dan Aamanah" Part: 11"

Posting Komentar

Flag Counter