Yo Te Amo
Hari
ini kembali aku tulis kenang qw akan dirimu, aku tak tau mengapa aku
selalu memikirkan mu padahal engkau belum tentu memikirkan aku. Hem ini
hanya sebuah kekaguman atau ini adalah arti menyayangi yang sesungguh
nya. Aku masih tak mengerti dan masih saja tetap seperti ini. Satu
peristiwa yang ku ingat hari ini, teman-teman memanggil ku dengan
menggunakan nama nya, tapi entah mengapa aku menyukai hal itu, entah ini
perasaan senang yang bagai mana aku masih tidak mengerti dengan diriku
sendiri. Karena hari itu karena hujan itu, karena senyum itu.
Kembali
teringat memori di malam itu,ketika kita berjalan bersama menuju sebuah
masjid di temani tetesan air hujan di bawah sebuah payung berwarna ungu
dan saat itu aku benar2 merasa bahagia berada di dekat mu, lagi lagi
dan lagi perasaan aneh itu muncul. Masih jelas teringat perkataan mu di
benaku “nanti jadi fitnah” dan pada saat itu aku hanya bisa ter senyum
dan dengan perasaan senang aku berkata kepada mu “ ini bukan soal fitnah
tapi ini soal melindungi”, pada saat itu aku sendiri tak mengerti
dengan apa maksud dari perkataan qw sungguh aneh.
Entah
kapan aku bisa kembali bertemu dengan mu, inggin rasanya aku katakan
aku cinta kamu, tapi aku sadar siapa diriku aku tak sebanding dengan mu.
Sebentar lagi kamu akan segera menyelesaikan pendidikan mu aku jadi
makin bingung akankah aku bisa mengatakan perasaan qw yang sesungguh
nya, jujur aku tak yakin karena baru kali ini aku bertemu wanita
seperti kamu, sejak pertama bertemu di malam itu aku selalu tak bisa
bicara seperti apa yang qw mau, akus selalu mencoba menutupi semua nya
namun semakin aku menutupi aku hanya akan semakin mengingat mu. Karena
itulah aku membuat tulisan ini di tengah deras nya hujan yang kerap
mengingatkan qw pada malam itu.
Akan
kah aku bisa mengungkapkan nya, engkau selalu memberikan ku semangat
saat aku mengingat mu, engkau membawa kebahagiaan saat tersenyum, dan
engkau membawa qw kedalam keadan sulit disaat aku mulai mencintai mu,
karena jujur aku tak sanggup mengatakan nya sehingga aku berharap suatu
saat enggaku bisa mengethaui apa yang aku rasakan dan dapat membaca
tulisan ini.
I LOVE U K…………………!
Kamis 01 , Desember 2011
0 Response to "Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 1"
Posting Komentar