Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 33

Berikan Hamaba-Mu Kesempatan  Untuk Menyaksikan Musim Semi "Itu "






Dalam tertatih aku tuliskan kisah ini di tengah indah nya mahligai kerinduan, seperti menanti rembulan untuk kembali kedasar bumi, mengharapkan hal yang tak pasti dan tak ber alasan jua. Rasa ini lebih indah dari pelangi di musim semi namun lebih sulit pula dari kemarau selama tujuh tahun, tiada banyak kata yang dapat menggambarkan kisah dan rasa yang aku alami  terhadap sang simponi senyum.
Letih memang tubuh ini menanti, namun jiwa ini tak pernah berhenti melangkah dalam setiap tetesan harapan nya terhadap wanita luarbiasa itu. Harapan memang semakin terasa hambar namun tak sejengkal pun hati  urung terhadap niat nya, walau semua niat hanya akan menjadi segumpal kerinduan dan hanya akan menjadi baris-baris  tarian imajinasi yang terus mengalun indah beterbangan bagai salju di musim dingin, indah dipandang mata namun senantiasa membekukan semua harapan atas kehangatan
.
Kata demi kata ter gores sepi mengambarkan lengang nya hati ini, setelah sekian waktu tak tampak pula sang simponi tersenyum melambaikan keindahan , menyejukan hati.  Sulit memang, berat dalam melangkah namun hati ini enggan untuk segera bertolak, hati ini masih membeku menantikan sebuah kesempatan di tengah badai salju di musim dingin. Kapan badai salju ini akan segera berakhir, hati ini terus menunggu musim semi yang akan di bawa oleh setiap senyum dan tatapan sang simponi senyum, entah kapan, entah bagai mana dan akan kah musim semi itu  segera datang.
Ya Allah bawakan lah musim semi nan permai di hadapan hati yang tengah membeku, dalam harapan musim dingin yang bersalju. Semua bukan berupa penyesalan atau kegundahan belaka, tetapi semua adalah harapan akan datang nya musim semi bersama indah nya jiwa sang simponi senyum. Berikan hamaba-Mu kesempatan  untuk menyaksikan musim semi itu datang di balik indah nya bunga  bibir yang akan mengembang, menebarkan keindahan bersama kupu-kupu imajianasi. Biarkan kehangatan musim semi di bawa oleh hangat nya kekuatan jiwa sang simponi yang akan melelhkan bekuan-bekuan badai musim dingin  penyelimut hati. Biar aku rasakan sejuk dan lembut nya hembusan angin musim semi lewat kelembutan dan keikhlasan hati sang simponi, akan aku rasakan semua itu dengan penuh syukur dan suka cita.
Ya Tuhan, biarkan lah aku menjaga kupu-kupu yang membawa musim semi ini, bairkan aku terus melindungi nya agar tak terjadi lagi kebekuan hati karena badai musim dinggin. Ini bukan sekedar ingin dari hati yang telah beku tetapi ini adalah harapan seluruh pori-pori dari nafas kehidupan. yang menyaksikan betapa dingin nya badai salju musim dinggin.  Inilah pinta dari hasil perenungan selama aku bersimpuh dengan hati bersimbah kerinduan akan engakau.Berilah hati ini kepercayaan agar engkau rela menitipkan sang simponi senyum bagai kupu-kupu musim semi yang sangat di cintai dan di nanti kehadiran nya, biarkan lah arasa ini abadi di dalam setiap helaan nafas hingga akhir pori-pori nafas ini terhenti bersama hangat nya senyuman di musim semi.
Rabu, 04 Januari 2012 
Pukul: 20:58 

0 Response to "Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 33"

Posting Komentar

Flag Counter