Berikan Hamaba-Mu Kesempatan Untuk Menyaksikan Musim Semi "Itu "
Dalam
tertatih aku tuliskan kisah ini di tengah indah nya mahligai kerinduan,
seperti menanti rembulan untuk kembali kedasar bumi, mengharapkan hal
yang tak pasti dan tak ber alasan jua. Rasa ini lebih indah dari pelangi
di musim semi namun lebih sulit pula dari kemarau selama tujuh tahun,
tiada banyak kata yang dapat menggambarkan kisah dan rasa yang aku alami
terhadap sang simponi senyum.
Letih
memang tubuh ini menanti, namun jiwa ini tak pernah berhenti melangkah
dalam setiap tetesan harapan nya terhadap wanita luarbiasa itu. Harapan
memang semakin terasa hambar namun tak sejengkal pun hati urung terhadap niat nya, walau semua niat hanya akan menjadi segumpal kerinduan dan hanya akan menjadi baris-baris tarian
imajinasi yang terus mengalun indah beterbangan bagai salju di musim
dingin, indah dipandang mata namun senantiasa membekukan semua harapan
atas kehangatan
Kata
demi kata ter gores sepi mengambarkan lengang nya hati ini, setelah
sekian waktu tak tampak pula sang simponi tersenyum melambaikan
keindahan , menyejukan hati. Sulit
memang, berat dalam melangkah namun hati ini enggan untuk segera
bertolak, hati ini masih membeku menantikan sebuah kesempatan di tengah
badai salju di musim dingin. Kapan badai salju ini akan segera berakhir,
hati ini terus menunggu musim semi yang akan di bawa oleh setiap senyum
dan tatapan sang simponi senyum, entah kapan, entah bagai mana dan akan
kah musim semi itu segera datang.
Ya
Allah bawakan lah musim semi nan permai di hadapan hati yang tengah
membeku, dalam harapan musim dingin yang bersalju. Semua bukan berupa
penyesalan atau kegundahan belaka, tetapi semua adalah harapan akan
datang nya musim semi bersama indah nya jiwa sang simponi senyum.
Berikan hamaba-Mu kesempatan untuk menyaksikan musim semi itu datang di balik indah nya bunga bibir
yang akan mengembang, menebarkan keindahan bersama kupu-kupu
imajianasi. Biarkan kehangatan musim semi di bawa oleh hangat nya
kekuatan jiwa sang simponi yang akan melelhkan bekuan-bekuan badai musim
dingin penyelimut hati. Biar
aku rasakan sejuk dan lembut nya hembusan angin musim semi lewat
kelembutan dan keikhlasan hati sang simponi, akan aku rasakan semua itu
dengan penuh syukur dan suka cita.
Ya
Tuhan, biarkan lah aku menjaga kupu-kupu yang membawa musim semi ini,
bairkan aku terus melindungi nya agar tak terjadi lagi kebekuan hati
karena badai musim dinggin. Ini bukan sekedar ingin dari hati yang telah
beku tetapi ini adalah harapan seluruh pori-pori dari nafas kehidupan.
yang menyaksikan betapa dingin nya badai salju musim dinggin. Inilah
pinta dari hasil perenungan selama aku bersimpuh dengan hati bersimbah
kerinduan akan engakau.Berilah hati ini kepercayaan agar engkau rela
menitipkan sang simponi senyum bagai kupu-kupu musim semi yang sangat di
cintai dan di nanti kehadiran nya, biarkan lah arasa ini abadi di dalam
setiap helaan nafas hingga akhir pori-pori nafas ini terhenti bersama
hangat nya senyuman di musim semi.
Rabu, 04 Januari 2012
Pukul: 20:58
0 Response to "Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 33"
Posting Komentar