Kecemasan Hati
Kembali
terbayang dalam benak Ikhsan saat dia dan kirani melangkah bersama di
bawah sebuah payung di tengah guyuran hujan, entah apa yang terjadi pada
diri lelaki muda itu tiba-tiba saja rasa yang berbeda muncul di saat
yang tidak tepat. Dalam benak lelaki
muda itu terus memikirkan rasa apa yang tengah melanda , rasa yang
belum pernah dia rasakan sebelum nya. Ikhsan termenung dalam pembaringan
“ kenapa dengan aku, seperti ada yang menarik dari senyum itu”, ikhsan
semakin kesal pada dirirnya karena bayang-bayang langkah di bawah
guyuran hujan terus membaekas di hati.
Ikhsan terus berfikir dan bertanya apakah ini yang di namakan jatuh cinta..?, namun
rasa ini berbeda dari pada yang lalu. Akhir nya ikhsan berkata “ ini
hanyalah kekaguman saja dan bukan cinta, aku harus ingat akan semua
cita-cita ku. Aku hanya kagum melihat kepribadian diri Kirani saja yah hanya
kagum”. Ikhsan berusaha menolak perasaan nya sendiri, hingga sekarang
masih belum dia mengerti sebenar nya apa yang tengah dia rasakan
terhadap kirani
.
Seindah
dan setulus tatapan sang bunda seperti itulah sinar matahari menerangi
dunia pagi itu. Ikhsan terbangun dengan sedikit terkejut karena hari
sudah menunjukan pukul 06:30, dalam hati ikhsan terbesit sebuah
penyesalan karena dia telah lalai melaksanakan Shalat subuh hari ini “
astaghfirullah Hal adzim”, tutur Ikhsan sambil beranjak ke kamar mandi
untuk membersihkan diri. Setelah selesai membersihkan diri Ikhsan segera
mengganti pakaian kemudian ikhsan segera melanjutkan langkah hari itu untuk mengagapai cita-citanya.
Sepanjang
jalan Ikhsan tetap melengkah seperti biasa tetap penuh semangat dan
selalu tersenyum dengan headshet yang selalu melekat di kedua daun
telinga nya. Ikhsan semkin mempercepat langkah nya, karena dia sudah
tidak memilik banyak waktu lagi sebab dia belum belajar untuk mengahdapi
kuis Fisika hari ini . Fisika merupakan tantangan dan penderitaan ter
sendiri buat ikhsan karena dia memang lemah pada mata kuliah yang berbau
Eksak.
Akhirnya
langkah ikhsan terhenti di sebuah ruangan yang cukup besar, itulah
ruang Praktikum fisika. Dia melihat teman-teman nya sudah tidak ada lagi
di luar ruangan. Menandakan kelas telah di mulai “ aduh saya terlambat “, Gumam ikhsan dalam Hati. Dengan langkah
cepat dia segera menghampiri sebuah pintu,” assalamualaikum” ikhsan
mengucapkan salam seraya mengetuk pintu “ waalaikumsalam” terdengar
suara riuh menjawab dari dalam, “ silahkan Masuk “ kembali terdengar
suara dari dalam.
Sejenak
Ikhsan Nampak Shock melihat teman-teman nya telah melaksanakan tes atau
yang biasa di sebut dengan Kuis. Dengan wajah yang cemas Ikhsan
berujar” Maaf Pak atas keterlambatan saia”, dosen menjawab “ oh tidak
apa memang hari ini teman-teman saudara masuk lebih cepat dari jadwal
semestinya dan saudara belum terlambat”. Ikhsan sedikt bernafas lega
mendengar ucapan tersebut, nmaun kecemasan sesnugguh nya baru di mulai
karena kuis tengah berjalan dan ikhsan belum membaca buku nya sama
sekali.

0 Response to "(J50K) Kupu-Kupu Berjilbab " Perjuangan Cinta, Cita dan Aamanah" Part: 12"
Posting Komentar