Ketika Dunia Terasa Kejam dan Tuhan Tidak Adil ( Sinopsis )



Ketika Dunia Terasa Kejam dan Tuhan Tidak Adil

Aku adalah seorang Lelaki yang berasal dari keluarga Petani, aku punya seorang kak  dan adik perempuan. Sebagai seorang maunisa wajar tentunya untuk bisa mendapatkan penghidupan yang lebih layak, banyak yang mengartikan hal tersebut adalah Ambisi. Ambisi ya Ambisi aku adalah lelaki yang penuh dengan ambisi dan memiliki visi hidup yang panjang, aku memiliki harapan dan impian yang tinggi, karena itulah aku pergi merantau kesebuah kota di jawa barat.
Selama 3 tahun berusaha untuk menyelasikan program diploma, semua berjalan sesuai rencana dapat lulus tepat waktu dan mendaptakan pekerjaan sebelum lulus. Walau dalam diri telah tertanam impian untuk memiliki sebuah binsis setelah lulus, namun harus di tunda karena ada impian lain yang harus di kejar terlebih dahulu dan faktor financial yang memaksa untuk mengurungkan niatan membuka sebuah usaha.

Tujuh bulan pertama setelah kelulusan semua terasa berjalan sesuai rencana, seuai dengan rencana hidup yang telah di susun. Selangkah demi selangkah impian mulai terasa dekat untuk diraih, sebelum badai dalam kehidupan datang, segerombol air yang lunak yang nantinya mampu membawa banyak kenangan pahit dalam hidup. Ternyata air yang tidak solid lah yang mampu mengoyahkan pijakan sedemikian kuat.
Hari demi hari dilalui dengan penuh suka cita dan semangat dalam bekerja, dengan harapan di dalam diri bahwa aku dapat mengumpulkan sejumlah uang untuk melanjutkan pendidikan sarjana. Sebelum pada hari itu tiba tiba tuhaan sedikit meniupkan air dan gerimis di jalan berkerikil. Tiba-tiba saja badan terasa panasa dan batuk berat di alami, badai pertama telah berhembus ketika diagnosa doketer mengatakan bahwa aku terkena Typus dan Radang pada paru-paru. Akhirnya aku memutuskan untuk berhenti bekerja, walau sesungguhnya aku memang sudah ingin berhenti dari pekerjaan tersebut namun tetap saja tersisa sedikit penyesalan di dalam diri, dimana keputusan itu akan mejadi pemicu badi yang lebih besar di kemudian hari.
Bagaimana hidup melawan badai, bagimana menghadapi fenomena hidup moderen, dan bagaiman harus menguatkan pijakan. Tidak banyak yang aku punya dan tidak ada yang akan menguatkan, lalu bagimana dunia ini harus di hadapi, Saat itulah Ketika dunia terasa kejam dan Tuhan tidak adil. Terus terjatuh dalam berbagai problematika hidup,  terus diterpa kegagalan yang seakan tiadak berujung, bagaimana lelaki ringkih ini dapat bertahan hidup ?. sebuah pertanyaan besar bukan, hingga pada suatu hari akan terjawab, yang  bisa aku hanyalah berdoa dan berusaha.



0 Response to "Ketika Dunia Terasa Kejam dan Tuhan Tidak Adil ( Sinopsis )"

Posting Komentar

Flag Counter