“Sebelum Langkah Ku Pergi”
Musim semi begitu cepatnya berlalu bersama helaan nafas wangi kupu-kupu
musim semi yang telah Tuhan kirim dari surga kebesaran hati. Belum lama
aku merasakan kehangatan musim semi dalam setia, dan untaian
butir-butir senyum simpul sang simponi, namun kini yang tersisa
hanyalah bayangan-bayangan indah dari sisa-sisa pengobat kerinduan.
Indah memang indah rasa rindu itu, namun dingin nya badai salju di musim
itu amat terasa menusuk kedalam pori-pori hati.
Tak
perlu lagi banyak membuai tentang angan dalam setiap imaji, yang harus
di lakukan adalah tindakan real terhadap setiap imaji di dalam sebuah
penantian kerinduan atas jiwa-jiwa yang suci. Mimpi-mimpi pelangi dalam
ranah tujuh rupa adalah sebuah alasan untuk mengagapi ridho Ilahi, atas
persaan pelangi dalam ukiran kejujuran hati dan pelangi itu bukan
tujuan, melainkan hanya barisan-barisan alasan untuk menggapai yang
lebih Hakiki.
Mari
menari dengan jenjang kaki di atas tapak-tapak suci ketulusan hati
karena cinta yang di dasari dengan syariat Allah, bersatu dan berjihad
hati menunujukan mencintai dan menyayangi dengan cara hati dari-Nya,
lebih indah daripada menyayangi dengan Egoisme. Ya Allah semoga rasa
indah pelangi musim semi akan terus menemani langkah di pelukan penuh
pengharapan setelah esok aku akan terbang meninggalkan memorial tanah
kenangan simponi senyum untuk sementara waktu.
Kisah
cinta terhadap pelangi ketulusan sang Simponi senyum, membawa aku
kedalam banyak hal baik dan kebahagiaan, itulah potongan episode hidup yang membuat ku kini merasakan bahagia dalam kalbu merubah arah langkah dan jarak pandang hati
, sungguh engkau wanita luarbiasa. Episode sejarah yang memukau,
membuat hati tak kuasa mensyukuri nikmat dan kebesaran Allah.
Terbang
dalam kenyataan dari beda dunia, keikhlasan hati mu membuat persaan
berbeda di salah satu sudut gumpalan daging yang tengah berdetak dan
berpacu dengan sisa usia titipan sang Ilahi. Maaf bila kejujuran hati
ini menggangu mu wahai pelangi musim semi, hati tiada bermaksud
menggangu siapa pun, tetapi hanya bermaksud belajar dan memanajemen
anugerah dari Allah, supaya bernilai ibadah. Ajari aku cara memanajeman
hati agar aku tau cara terbaik menyayangi pribadi dalam sosok kupu-kupu
berjilbab, belajar menyayangi pelangi musim semi adalah kebahagiaan dan
anugerah tersendiri bagi kurcaci-kurcaci hati yang mengharap keindahan
mahligai senyum sang putri tidur.
Besok
aku akan terbang menuju tempat penantian hati dan sejenak meninggalkan
tanah historial simponi senyum. Semoga saja Allah berkenan mempersatukan
hati demi hati mereka yang tulus, mencintai dan menyayangi karena
Engkau. Jiwa-jiwa yang kosong ini akn berusaha terus mengisi dengan
beribu pujian dan nada cinta kepada Mu Ilahi, agar engkau rela
menitipkan wanita luarbiasa itu kepda ku hingga Ajal menjelang.
Minggu 15, Januari 2012
“ sebelum Langkah Ku pergi”
0 Response to "Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 35"
Posting Komentar