Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 35

“Sebelum Langkah Ku Pergi” 




Musim semi begitu cepatnya berlalu bersama helaan nafas wangi  kupu-kupu musim semi yang telah Tuhan kirim dari surga kebesaran hati. Belum lama aku merasakan kehangatan musim semi dalam setia, dan  untaian butir-butir senyum simpul sang simponi, namun kini yang tersisa hanyalah bayangan-bayangan indah dari sisa-sisa pengobat kerinduan. Indah memang indah rasa rindu itu, namun dingin nya badai salju di musim itu amat terasa menusuk kedalam pori-pori hati.
Tak perlu lagi banyak membuai tentang angan dalam setiap imaji, yang harus di lakukan adalah tindakan real terhadap setiap imaji di dalam sebuah penantian kerinduan atas jiwa-jiwa yang suci. Mimpi-mimpi pelangi dalam ranah tujuh rupa adalah sebuah alasan untuk mengagapi ridho Ilahi, atas persaan pelangi dalam ukiran kejujuran hati dan pelangi itu bukan tujuan, melainkan hanya barisan-barisan alasan untuk menggapai yang lebih Hakiki.

Mari menari dengan jenjang kaki di atas tapak-tapak suci ketulusan hati karena cinta yang di dasari dengan syariat Allah, bersatu dan berjihad hati menunujukan mencintai dan menyayangi dengan cara hati dari-Nya, lebih indah daripada menyayangi dengan Egoisme. Ya Allah semoga rasa indah pelangi musim semi akan terus menemani langkah di pelukan penuh pengharapan setelah esok aku akan terbang meninggalkan memorial tanah kenangan simponi senyum untuk sementara waktu.
Kisah cinta terhadap pelangi ketulusan sang Simponi senyum, membawa aku kedalam banyak hal baik dan kebahagiaan, itulah potongan episode hidup  yang membuat ku kini merasakan bahagia dalam kalbu merubah arah langkah dan jarak pandang  hati , sungguh engkau wanita luarbiasa. Episode sejarah yang memukau, membuat hati tak kuasa mensyukuri nikmat dan kebesaran Allah.
Terbang dalam kenyataan dari beda dunia, keikhlasan hati mu membuat persaan berbeda di salah satu sudut gumpalan daging yang tengah berdetak dan berpacu dengan sisa usia titipan sang Ilahi. Maaf bila kejujuran hati ini menggangu mu wahai pelangi musim semi, hati tiada bermaksud menggangu siapa pun, tetapi hanya bermaksud belajar dan memanajemen anugerah dari Allah, supaya bernilai ibadah. Ajari aku cara memanajeman hati agar aku tau cara terbaik menyayangi pribadi dalam sosok kupu-kupu berjilbab, belajar menyayangi pelangi musim semi adalah kebahagiaan dan anugerah tersendiri bagi kurcaci-kurcaci hati yang mengharap keindahan mahligai senyum sang putri tidur.
Besok aku akan terbang menuju tempat penantian hati dan sejenak meninggalkan tanah historial simponi senyum. Semoga saja Allah berkenan mempersatukan hati demi hati mereka yang tulus, mencintai dan menyayangi karena Engkau. Jiwa-jiwa yang kosong ini akn berusaha terus mengisi dengan beribu pujian dan nada cinta kepada Mu Ilahi, agar engkau rela menitipkan wanita luarbiasa itu kepda ku hingga Ajal  menjelang.
Minggu 15, Januari 2012 
“ sebelum Langkah Ku pergi”

0 Response to "Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 35"

Posting Komentar

Flag Counter