Catatan Sebuah Mimpi






               Kembali tenggelam kedalam sebuah mimpi besar, mimpi yang seakan terlalu tinggi dan tidak mungki ter-daki oleh ku, bukan karena tidak memiliki keinginan namun karena beragam keterbatasan. Saat mata terpejam di kala sang surya terbenam mimpi indah itu kembali muncul dalam bayang bayang setengah sadar ku. Aku berjalan di salah satu sudut kota yang penuh dengan pejalan kaki, menghampiri sebuah toko stiker bersama kedua orang yang bersama ku, satu laki-laki dan yang satunya lagi seorang wanita yang tidak aku kenal, tapi aku memanggilnya kaka, si laki laki memesan sebuah desain stiker yang bertulikan 8888, lalu aku pun memesan sebuah stiker dengan desain yang membuatku teringat akan semua kenanga ]n dan impian yang selama ini aku perjauangkan. Setelah itu aku berjalan menusuri sebuah jalan besar yang amat lengang, namun yang membingungkan hanya jalan yang kami lewati saja terasa sepi tanpa kendaraan yang lewat, sementara jalan di samping kanan dan kiri kami begitu penuh di lewati oleh kendaraan yang lalu lalang.

Flag Counter