Ketenangan Dalam berfikir dan Mengambil Keputusan
Kembali
di hari yang telah ditunggu-tunggu untuk memulai kembali mengoreskan
potongan episode dalam setiap lembar kehidupan. Lelaki muda itu tetap
melangkah seprti biasa menapaki liku-liku hidup di sepanjang jalan
menuju cita-cita dan berharap akan selalu seperti sekarang, bersemangat
hingga mencapai tujuan akhir. Sampailah ia di gerbang masuk kampus nya,
ada hal menarik yang dia lihat di salah satu sudut ruangan sebuah pintu
dengan nomor B 01, yah itulah
ruang kelas pertama yang akan ia duduki sebagai mahasiswa, jantung nya
berdebar dengan kencang dan penuh Tanya apa, bagaimana, dan saiapa yang
akan di temu di dalam ruangan itu.
Dengan
hati-hati sembari mengucapkan salam selayak nya umat muslim dia
melangkahkan kaki kedalam ruangan kelas yang cukup megah menurut nya,
karena selama pendidikan dari Sekolah Dasar sampai SMA dia menghabiskan
waktu diruangan yang tidak terlalu bagus.
Kelas pun di mulai seperti baiasa dosen memulai dengan perkenalan,setelah seluruh mahasiswa berkenalan pelajaran dimulai
dosen berkata “ yah pada Hari ini kita akan memulai pelajaran bahasa
Indonesia” , sejenak lelaki muda itu termangu bukan kah pada jadwal nya
hari ini adalah mata kuliah Matematika, setelah bebarapa lama akhir nya
dia bertanya kepada Dosen yang tengah asik menjelaskan Materi bahasa
Indonesia “ maaf kenapa pada jadwal saia tertulis mata kuliah Matematika
pada hari dan jam saat ini”, lalau dosen tersebut tersnyum sembari
berkata “ bukan kah ini kelas Akutansi”, lelaki muda itu kembali
terkejut sembari berkata “ Akutansi..?, Maaf bu saia salah kelaskalau
begitu”, serentak semua Mahasiswa di dalam kelas itu menertawakan nya.
Tetapi lelaki muda itu tidak mengubris dan kembali berkonsentarasi pada
jadwal yang ada di gengaman nya, ternayata benar saja ruang yang di
maksud adalah b 01, sambil menucapkan salam lelaki muda itu keluar dari
kelas.
Semabri keluar dari kelas lelaki muda itu tersenyum dan berkata
dalam kalbu nya” inilah akibat terlalu bersemangat dan terburu-buru aku
jadi tidak memperhatikan jadwal dengan baik hinga harus salah masuk
kelas “B 01” dan “b 01”,
sekilas Nampak sama tetapi berbeda. Lelaki muda itu langsung menju ruang
kelas yang sebenar nya sambil mengetuk pintu dia melantunkan kembali
salam khas muslim, dosen yang telah berada di dalam kelas tersenyum dan
bertanya “ kenapa saudara terlambat hingga satu jam”, lelaki itu dengan
gugup menjawab “ Maaf tadi saya salah masuk kelas”, sambil menundukan
kepalanya, dosen itu kembali tersenyum dan berkata “ sekarang
perkenalkan dirimu di depan semua teman-teman mu”. Sambil gemetar lelaki
itu berujar “ nama saya Ikhsan Saputra, saya biasa di pangil ikhsan”,
dan seterusnya lelaki muda itu memperknalakan diri. Setelah selaesai
lelaki itu di persilahkan duduk oleh dosen dan pelajaran di lanjut kan.
Akhirnya bearkhirlah serangkaian kegiatan belajar
pada hari ini, pemuda itu langsung pulang menuju istana nya. Setelah
sampai seperti biasa dia langsung membersihkan tubuh dan berganti
pakaian, sambil duduk di atas temapt tidur dia kembali mengenang
kejadian hari ini “ hem ini pelajaran berharga jangan sampai aku kembali
terburu-buru, hari ini aku baru salah kelas, jika nanti mungkin saja
sesuatu yang lebih fatal akan terjadi, Ya Allah beikan lah aku
Ketenangan dalam Berfikir dan mengambil keputusan”. Begitulah sterusnya
lelaki muda itu melakukan seluruh kegiatan nya dengan hati-hati.
0 Response to "(J50K) Kupu-Kupu Berjilbab " Perjuangan Cinta, Cita dan Aamanah" Part:2"
Posting Komentar