Pertemuan Pertama
Dengan
langkah penuh senyum lelaki muda itu meninggalkan Secret, sepanjang
jalan dia hanya terus tersenyum sembari melangkah dengan gontai karena
kantuk mulai menyerang. Sepintas dia terlihat semakin seperti manusia
yang tidak waras karena hanya tersenyum sediri sepanjang jalan menuju
istana nya. Setelah sampai dia langsung mencuci kaki dan wajah lalu bersiap untuk tidur. Kembali lelaki muda tersenyum dalam lamunan, kalbu nya berujar
“ sudah lah ini terlalu sulit buat ku, tidak usah memikirkan hal yang
tak pasti”. Lelaki muda itu kemudian membaringkan tubuh dan terlelap
dalam kesunyian malam.
Satu,
dua, tiga hari menunggu pengumuman belum juga terdengar siapa yang akan
di terima dan yang tidak. Kembali seperti sebaelum nya lelaki muda itu
terseret dalam dunia penantian. Dengan selalu bersemangat di menunggu
dan menunggu dalam setiap langkah ,pada suatu ketika dia sempat berujar “
apakah aku di lahirkan hanya untuk menunggu”. Akhirnya setelah satu
minggu penumuman yang telah di tunngu muncul juga, lelaki muda itu
segera bergegas menunju mading di tempat pengumuman berada. Dengan penuh
harap lelaki muda itu mencari namanya pada selembar pengumuman yang
terempel di mading tersebut, tiba-tib saja senyum lelaki muda itu
kembali berkembang ketika dia melihat nama pada nomor 17 itu lah namanya
.
Merdunya
suara adzan kembali membuat lelaki itu tersadar dari imaji, senyum yang
tadi Nampak mengembang terlihat menghilang dari wajah nya sembari
menatap pengumuman itu dengan penuh dedikasi lelaki itu berujar “ ini
baru awal lankah ku masih jauh, terimakasih Ya Allah, panggilan mu telah
berkumandang kini saat nya aku mencurahkan persaan ku kepadamu dalam
setiap sujud dan simpuh ku”. Lelaki muda itu segera bergegas pergi
kesebuah masjid dan melaksnakan kewajiban nya sebagai umat muslim.
Dalam
perjalanann pulang lelaki muda itu terkejut melihat sosok wanita yang
sepertinya dia kenal tengah berjalan dari arah yang berlawanan “ seperti
nya aku pernah bertemu wanita ini tapi di mana yah” uajar lelaki muda
dalam benak nya, tiba-iba saja
lamunan nya segera di buyarkan oleh sapaan lemut dari wanita tersebuat “
Assalamualaikum” ucap wanita tersebut” walaikumsalam” lelaki muda
menjawab . Seraya menebarkan senyum manis wanita itu berkata “ jangan
lupa nanti malam Pukul 19.00 ada pertemuan pertama bagi kalian yang
telah di terima , jagan sampai tidak datang yah”, lelaki muda itu hanya
bisa menganguk terpana oleh ucapan dan senyum wanita tersebut seraya
berfikir siapa gerangan wanita ini.
Lelaki
muda itu memang memiliki masalah klasik dia merupakan pemuda yang
lumayan pelupa. Sejenak lelaki muda itu merenung dan mencoba mengingat”
ah…. Dia itu Kirani” gumam nya sambil tersenyum seperti orang yang tidak
waras. Lelaki muda itu meneruskan langkah nya untuk segera kembali ke
persingahan dan bersisitahat menyiapkan tenaga dan fikiraan untuk
pertemuan pertama malam ini.
0 Response to "(J50K) Kupu-Kupu Berjilbab " Perjuangan Cinta, Cita dan Aamanah" Part: 5"
Posting Komentar