Tuhan Tidak Akan Memberikan Apa Yang Kau Pinta
DIa Hanya Akan Memberikan Apa Yang Kau Butuhkan
Berat
memang terasa dalam gumpalan darah yang berdetak ini, namun kesulitan
itu lah yang akan membuat gumpalan darah yang berdetak akan semakin
kuat dan semakin kuat lagi dari malam sebelum nya. Mencoba kembali
mengingat apa saja yang telah ku laukan untuk meraih hati sang simponi
senyum, Nampak nya memang benar bila aku masih kurang bekerja keras
untuk mendapatkan wanita luar biasa ini.
Bagaikan
aliran air keran yang terus ber gemericik, barisan kata ini terus aku
tuangkan dalam lembar kerja ku, hanya sekedar untuk mengisi barisan
kosong potongan episode hidup ini. Sekilas kembali terbayang di dalam
tarain imajiku tentang semua yang telah engaku ajarakan kepadaku.
Seperti cara duduk, cara berpakaian,bagi mana cara tersenyum. Terlalu
banyak hal yang telah sang simponi senyum ajarkan kepada ku. Namun ada
satu hal yang belum dia ajarkan kepada ku dan aku ingin mempelajarinya,
apakah itu..? apakah kalian tahu…?. Aku yakin Tuhan sudah tahu benar apa
yang ingin aku pelajari dari wanita luar biasa ini kh. Dia belum
mengajari ku satu hal, yakni bagaimana cara mencintai, menyayangi dan
membahagiakan nya, itu satu hal yang belum dia ajarkan kepadaku
Ya
Allah akan kah dia mengajarkan semua itu kepada ku, mungkin kah harapan
ini akan terjawab dan tidak hanya akan menjadi bagian dari panjang nya
imaji ku. Hanya engkau yang mungkin telah mengetahui bagai mana cara
menyayangi dan membahagiakan sang simponi senyum, namun aku tahu engkau
tak mungkin mnagjarkan itu kepadaku tuhan, karena engkau tidak akan
memberikan apa yang aku minta tetapi akan memberikan apa yang aku
butuhkan untuk meraih itu semua.
Kemana
kau sekarang wahai sang simoni senyum, sudah terlampau lama aku tak
berjumpa dengan tatapan senyum indah sang simponi. Sudah terlalu lama
tak ku dengar kata-kata penyemangat mu, sudah terlalu lama tak kurasakan
ikhlashnya tatapan mata itu, sudah terlalu rindu aku dengan kebesaran
hati yang telah kau tunjukan selama ini. Ya Allah beberapa kali
kesempatan itu enggkau tunjukan kepada ku, namun kenapa selalu saja
semua tidak terjadi. Mengapa Engkau masih engan mempertemukan aku dengan
sang simponi snyum , apakah rencana besar mu untuk ku. Aku tahu engaku
pasti akan merencanakan hal terbaik untuk hamba mu ini.
Apa
yang salah dengan hamba-Mu ini, setiap mengoreskan kisah-kisah tentang
sang simponi, semua terasa mudah, bahkan mala mini kisah tentang nya
tergoreskan bersama tetesan butir-butir cinta air mata. Entah mengapa
semua itu terjadi, aku tak tahu, aku tak pernah ingin untuk menjatuhkan
butiran-butiran kasih itu, tetapi ke dua indra penglihatan, denga
sendiri nya menjatuhkan mereka tanpa aba-aba dan perintah lagi, semua
mengalir dengan tiba-tiba.
Selasa 03, Januari 2012
Pukul 11:40
0 Response to "Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 32"
Posting Komentar