Membuka Celah-Celah Hati Yang Tulus
Ingin ku coba merajut kisah indah bersama
mu wahai sang simponi karena itu lah ingin nya hati ku. Apakah Allah
akan membrikan kesempatan itu kepada ku..?, akan kah itu benar-benar
terjadi atau tidak akan sama sekali. Memang semua masih menjadi rahasia
Tuhan, tetapi tidak salah jika hamba-Mu ini terus berharap dan meminta
bagai manusia yang tak tau malu, biar saja karena hanya pada-Mu tempat
ku meminta.
Inggin
aku berteriak kepada seluruh semseta dan isinya bahwa aku mendamba kan
mu biarkan mereka semua tahu sebagai bukti tulus kejujuran hati ini dan
aku akan tetap teguh dalam penantian ku. Kapan kah engkau akan tahu
bahwa aku menantimu di dalam setiap episode kisah ini. Ini bukan hanya
sekedar sebuah penantian tetapi ini lebih dari itu, ini adalah sebuah
harapan. Aku rasa aku tidak berlebihan dalam mengharapkan mu tetapi aku
berlebihan dalam imajiku karena aku tidak pernah sadar diri terhadap
siapa aku dan saiapa engkau wahai sang simponi, mungkin di luar sana
banyak individu berharap hal yang sama seperti ku terhadap mu
.
Terlarut aku dalam sebuah lamunan kesendiran di malam ini, menantikan kehadiran sang simponi senyum dalam imajiku, aku menyadari tiada dirinya
di sini. Samapai akapan aku mampu bertahan, namun tetap akan aku jalani
setiap potongan eisode hidup. Takkan pernah terganti setiap episode
kenangan yang telah terukir indah tergurat dalam setiapa kenangngan
senyum indah mu wahai sang simponi, telah terendap indah dan melekat
dalam setiap nafas dalam barisan kotak kosong memorial hidup.
Andaikan aku dapat bertemu sang simponi yang
berdiri anggun dengan senyum nya aku ingin dia tahu bahwa aku sangat
menyayangi nya, namun lagi-lagi itu hanyalah imaji ku. Selama hidupku
hanyalah dia yang berhasil membawaku kedalam keadaan sulit namun
mebahagiakan. Dapat kah aku membuka celah-celah hati nya yang tulus untuk menemukan kasih nya.
Sengaja aku tuliskan barisan kata kejujuran hati dari kerinduan
ini, aku berharap bisa sedikit mengurangi rasa rindu terhadap semua
yang ada pada dirimu. Aku rindu saat engaku mengingatkan aku, aku rindu
di saat aku dan sang simponi berkumpul bersama yang lain, aku rindu saat
dia memarahi ku, aku rindau akan senyum nya yang ikhlash, aku rindu
akan kekuatan jiwanya dan aku rindu akan semua yang ada dalam setiap ucapan nya.
Teringat sebuah simponi kisah bearada di bawah sebuah hujan rintik-rintik
membasahi permukaan hati yang mulai gersang. Aku tak pernah menyadari
sebelum nya bila hari itu akan menciptakan persaan yang lain melahirkan
kejujran hati . Sebuaha anugerah bagiku
pernah mencintai wanita seperti mu. Mungin kata-kata yang kugoreskan
hari ini terlihat rancu dan tidak masuk akal itu semua karena ku sudah
lama tak bersua dengan nya, dengan sang simponi senyum yang selalu
menebarkan warna pelang di setiap senyum nya “ And The reson Is you”.
Minggu, 01 Januari 2012
Pukul 24: 3J
0 Response to "Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 28"
Posting Komentar