Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 28

Membuka Celah-Celah Hati Yang Tulus



Ingin ku coba merajut kisah indah  bersama mu wahai sang simponi karena itu lah ingin nya hati ku. Apakah Allah akan membrikan kesempatan itu kepada ku..?, akan kah itu benar-benar terjadi atau tidak akan sama sekali. Memang semua masih menjadi rahasia Tuhan, tetapi tidak salah jika hamba-Mu ini terus berharap dan meminta bagai manusia yang tak tau malu, biar saja karena hanya pada-Mu tempat ku meminta.
Inggin aku berteriak kepada seluruh semseta dan isinya bahwa aku mendamba kan mu biarkan mereka semua tahu sebagai bukti tulus kejujuran hati ini dan aku akan tetap teguh dalam penantian ku. Kapan kah engkau akan tahu bahwa aku menantimu di dalam setiap episode kisah ini. Ini bukan hanya sekedar sebuah penantian tetapi ini lebih dari itu, ini adalah sebuah harapan. Aku rasa aku tidak berlebihan dalam mengharapkan mu tetapi aku berlebihan dalam imajiku karena aku tidak pernah sadar diri terhadap siapa aku dan saiapa engkau wahai sang simponi, mungkin di luar sana banyak  individu berharap hal yang sama seperti ku terhadap mu
.
Terlarut aku  dalam sebuah lamunan kesendiran di malam ini, menantikan kehadiran sang simponi senyum dalam imajiku, aku menyadari tiada  dirinya di sini. Samapai akapan aku mampu bertahan, namun tetap akan aku jalani setiap potongan eisode hidup. Takkan pernah terganti setiap episode kenangan yang telah terukir indah tergurat dalam setiapa kenangngan senyum indah mu wahai sang simponi, telah terendap indah dan melekat dalam setiap nafas dalam barisan kotak  kosong memorial hidup.
Andaikan aku dapat bertemu sang simponi  yang berdiri anggun dengan senyum nya aku ingin dia tahu bahwa aku sangat menyayangi nya, namun lagi-lagi itu hanyalah imaji ku. Selama hidupku hanyalah dia yang berhasil membawaku kedalam keadaan sulit namun mebahagiakan. Dapat kah aku membuka celah-celah hati nya yang tulus  untuk menemukan kasih nya.
Sengaja aku tuliskan barisan kata kejujuran hati dari  kerinduan ini, aku berharap bisa sedikit mengurangi rasa rindu terhadap semua yang ada pada dirimu. Aku rindu saat engaku mengingatkan aku, aku rindu di saat aku dan sang simponi berkumpul bersama yang lain, aku rindu saat dia memarahi ku, aku rindau akan senyum nya yang ikhlash, aku rindu akan kekuatan jiwanya dan aku rindu akan semua yang ada  dalam setiap ucapan nya.
Teringat sebuah simponi kisah bearada di bawah  sebuah hujan  rintik-rintik membasahi permukaan hati yang mulai gersang. Aku tak pernah menyadari sebelum nya bila hari itu akan menciptakan persaan yang lain melahirkan kejujran hati . Sebuaha anugerah  bagiku pernah mencintai wanita seperti mu. Mungin kata-kata yang kugoreskan hari ini terlihat rancu dan tidak masuk akal itu semua karena ku sudah lama tak bersua dengan nya, dengan sang simponi senyum yang selalu menebarkan warna pelang di setiap senyum nya “ And The reson Is you”.
Minggu, 01 Januari 2012
Pukul 24: 3J 

0 Response to "Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 28"

Posting Komentar

Flag Counter