Bukan Lelaki Bersayap Yang Turun Dari Surga
Tetapi
aku tetaplah manusia biasa aku bukan lelaki bersayap yang turun dari
surga, aku hanya berharap sang simponi dapat menerima aku apa adanya,
dengan semua keterbatasan dan dengan semua kejujuran hati. Walau jika
dilihat dari kacamata awam aku belum pantas untuk nya, namun bukan
berarti aku tidak pantas, aku hanya butuh lebih banyak waktu untuk
menjadi lebih baik agar aku menjadi pantas. Namun waktu yang ku pinta
Nampak nya tak akan berpihak kepada ku, kini hanya tinggal hitungan hari
sebelum dia pergi untuk mengerjakan tugas akhir, seblum dia wisuda
Berpacu
dengan waktu dan keterbatasan, itulah yang terjadi dengan diriku
sekarang, ya allah apa rencana besar mu untuk ku sehingga engaku
mempertemuakn aku denga Wanita luarbiasa, wanita yang telah mengubah
arah hidup dan pandangan ku. Kenapa aku benar-benar berada dalam kondisi
yang sangat sulit. Sebiru langit di pagi hari dan seindah taburan
bintang di malam hari, itulah yang aku rasakan dalam setiap jengkal
episode kisah hidup , walau keadaan ku semakin tertekan dan sulit aku
akan berusaha untuk semakin kuat dan tegar untuk selalu bisa mengagapi
Hati itu.
Simponi
Senyum aku tau engaku adalah Orang yang baik karena itulah sekarang aku
akan berusaha menjadi orang baik, karena Allah telah berjanji akan
memberikan Jodoh yang baik bagi orang yang baik, aku percaya akan semua
Janji-Nya. Hanya engaku wanita yang mampu membuat aku tak tertidur
hingga Pukul 03:00, hanya untuk mengoreskan barisan kata ini sebagai
ungkapan terimakasih Karena engakau telah mengajarkan aku banyak
hal wahai sang simponi senyum. Hanya engakau yang mampu mebuat ku bisa
tertidur setelah aku usai mengoreskan rangkaina kata demi menyampaikan
rasa sayang dan rinduku terhadap kebesaran hati mu. Karena hanya tulisan
ini lah yang kelak dapat aku berikan kepadamu, ini lah satu-satu nya
yang aku punya. Walau akhir nya aku takkan bersamamu hingga akhir nafas
ku , aku hanya ingin engkau mengingat ku sebagai seorang yang telah
menayayngi mu.
Aku
tak pernah tau dan takan pernah bisa membaca isi hati mu, karena
terlampau sulit untuk mengenali isi hatim. Sekalipun aku dapat menatap
matamu secara langsung selama berjam-jam aku takan tahu, yang aku tahu
tentang hati mu hanya satu hal wahai sang simponi senyum, engkau adalah
wanita yang ikhlash. Denagn melihat keikhlasan yang belum pernah aku
temukan pada mata yang pernah aku tatap, aku menjadi lemah karena
keindahan ikhlash itu.
Senin, 02 Januari 2012
Pukul 23:20
0 Response to "Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 29"
Posting Komentar