Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 29

Bukan Lelaki Bersayap Yang Turun Dari Surga





Takan ada yang abadi di dunia ini, itu suatu ungkapan yang sering aku dengar menglaun di setiap waktu, walaupun sebenar nya itu masih bersifat spekulatif dan juga hanya pendapat dari beberapa golongan saja. Begitu juga dengan kisah ku dan juga kejujuran hati terhadap sang simponi, akan kah menajdi abadi atau hanya akan berakhir dengan terhapus oleh gemeriincing lonceng waktu. Tapi aku berharap rasa ini akan abadi tertanam dalam setiap helaan nafas ku, itu do’a ku YaTuhan.
Tetapi aku tetaplah manusia biasa aku bukan lelaki bersayap yang turun dari surga, aku hanya berharap sang simponi dapat menerima aku apa adanya, dengan semua keterbatasan dan dengan semua kejujuran hati. Walau jika dilihat dari kacamata awam aku belum pantas untuk nya, namun bukan berarti aku tidak pantas, aku hanya butuh lebih banyak waktu untuk menjadi lebih baik agar aku menjadi pantas. Namun waktu yang ku pinta Nampak nya tak akan berpihak kepada ku, kini hanya tinggal hitungan hari sebelum dia pergi untuk mengerjakan tugas akhir, seblum dia wisuda
.
Berpacu dengan waktu dan keterbatasan, itulah yang terjadi dengan diriku sekarang, ya allah apa rencana besar mu untuk ku sehingga engaku mempertemuakn aku denga Wanita luarbiasa, wanita yang telah mengubah arah hidup dan pandangan ku. Kenapa aku benar-benar berada dalam kondisi yang sangat sulit. Sebiru langit di pagi hari dan seindah taburan bintang di malam hari, itulah yang aku rasakan dalam setiap jengkal episode kisah hidup , walau keadaan ku semakin tertekan dan sulit aku akan berusaha untuk semakin kuat dan tegar untuk selalu bisa mengagapi Hati itu.
Simponi Senyum aku tau engaku adalah Orang yang baik karena itulah sekarang aku akan berusaha menjadi orang baik, karena Allah telah berjanji akan memberikan Jodoh yang baik bagi orang yang baik, aku percaya akan semua Janji-Nya. Hanya engaku wanita yang mampu membuat aku tak tertidur hingga Pukul 03:00, hanya untuk mengoreskan barisan kata ini sebagai ungkapan terimakasih Karena engakau telah mengajarkan aku  banyak hal wahai sang simponi senyum. Hanya engakau yang mampu mebuat ku bisa tertidur setelah aku usai mengoreskan rangkaina kata demi menyampaikan rasa sayang dan rinduku terhadap kebesaran hati mu. Karena hanya tulisan ini lah yang kelak dapat aku berikan kepadamu, ini lah satu-satu nya yang aku punya. Walau akhir nya aku takkan bersamamu hingga akhir nafas ku , aku hanya ingin engkau mengingat ku sebagai seorang yang telah menayayngi mu.
Aku tak pernah tau dan takan pernah bisa membaca isi hati mu, karena terlampau sulit untuk mengenali isi hatim. Sekalipun aku dapat menatap matamu secara langsung selama berjam-jam aku takan tahu, yang aku tahu tentang hati mu hanya satu hal wahai sang simponi senyum, engkau adalah wanita yang ikhlash. Denagn melihat keikhlasan yang belum pernah aku temukan pada mata yang pernah aku tatap, aku menjadi lemah karena keindahan ikhlash itu.
Senin, 02  Januari 2012
Pukul 23:20 

0 Response to "Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 29"

Posting Komentar

Flag Counter