Seperti Menyayangi Wanita Dari Dunia Yang Berbeda
Seungguh
nya aku sedikit bingung apa yang ingin aku tuliskan mala ini, sebab
sudah terlampau panjang waktu ku tak bersua dengan sang simponi,
sehingga sulit untuk menulis karena belum mendapat kan inspirsai baru.
Biasa nya selalu ada inspirsasi dari setiap ucapan nya, setiap senyum
dan juga tindakan nya yang slalu tersaji dengan kemasan memukau dan luarbiasa, etis… ingat ini bukan hanya sekedar pujian namun ini adalah kebenaran dan setumpuk kejujuran.
Yah
sekarang aku hanya ingin memilih warna hidupku dan aku ingin sang
simponi senyum mewarnai hidupku, tapi apakah dia bersedia memberikan
warna yang berbeda dan lebih indah dari sang pelangi, itu dia yang harus
aku ketahui lebih dahulu. Ya Allah kapankah datang kesempatan untuk
mengetahui kedalaman hatinya, agar semua menjadi lebih pasti dan jelas.
Begitu indah alunan senyum dan nada tatapan, di padu dengan irama keteguhan jiwa luarbiasa sang simponi yang menjadikan nya bagai harmoni melegenda
Sekilas terpikir dalam benak ini, sebuah perasaan malu terhadap sang simponi karena
aku mencintai nya, betapa tidak aku terlampau jauh tertinggal dari
berbagai segi, baik itu yang bersifat sekuler dan juga yang bersifat
rohaniah. Aku merasa malu bukan karena aku menyangi Wanita luarbiasa
seperti mu, semua rasa malu ini lebih karena engkau terlalau luarbiasa
di bandingkan aku, lihat betapa banyak hal besar telah engkau lakukan
yang tidak tau berapa jumlah nya, sementara aku.?, Hal
besar apa yang telah aku lakukan ?, sejauh ini belum ada. Komitmen mu
terhadap Agama Nya sangat lah kuat, semntara aku baru saja akan belajar
untuk berkomitmen bagi Agama-Nya.
Tapi
dengan semua kelemahan ini salah jika aku akan menyerah untuk berusaha
menggapai mu, sudah terlalu jauh aku melangkah dalam permadani hati,
sudah banyak persimpangan yang telah aku lewati dan telah aku pilih
hingga semua itu tertuju pada satu titik fokus dalam hati dan setiap
imajiku yaitu meraih ketulusan hati mu wahai sang simponi. Selalu ku
curahkan persaan ku kepada Sang Pemilik jiwa , dan sedikit demi sedikit
Dia memberikan jawaban atas
segala do’a ku. Semoga Saja tuhan berkenan menitipkan Hawa ciptaan nya
yang luar biasa dan sangat Ia cintai ini kepada Mahluk sekcil aku yang
sedang belajar.
Sejauh
ini sang simponi sudah membaerikan banyak hal kepada ku, dia banyak
mewariskan semangat dan kebaikan yang ada di dalam diri nya, sesungguh
nya ingin aku ketahui apa saja yang di kerjakan Oleh sang simponi,
sehingga dia bisa memiliki jiwa
dan hati yang luarbiasa, walau lama tak bersua namun dengan mengingat
senyum nya kata-kata ini tidak pernah habis tercurah dalam barisan
tombol pada keyboard, menghasilkan goresan kata pada setiap lembar kerja
yang tertera. Ya allah Berikan lah aku kemudahan untuk menjadi lebih
baik dari sang simponi agar aku memiliki kebanggan saat mengatakan
kejujuran hati ini, agar aku tidak malu karena merasa belum sebanding
dengan nya. Seperti menyangi Wanita dari dunia yang berbeda.
Jum’at 30, Desmber 2011
Pukul 01:13
0 Response to "Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 22"
Posting Komentar