Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 22

Seperti Menyayangi Wanita Dari Dunia Yang Berbeda



Seungguh nya aku sedikit bingung apa yang ingin aku tuliskan mala ini, sebab sudah terlampau panjang waktu ku tak bersua dengan sang simponi, sehingga sulit untuk menulis karena belum mendapat kan inspirsai baru. Biasa nya selalu ada inspirsasi dari setiap ucapan nya, setiap senyum dan juga tindakan nya yang slalu tersaji dengan kemasan  memukau dan  luarbiasa, etis… ingat ini bukan hanya sekedar pujian namun ini adalah kebenaran dan setumpuk kejujuran.
Yah sekarang aku hanya ingin memilih warna hidupku dan aku ingin sang simponi senyum mewarnai hidupku, tapi apakah dia bersedia memberikan warna yang berbeda dan lebih indah dari sang pelangi, itu dia yang harus aku ketahui lebih dahulu. Ya Allah kapankah datang kesempatan untuk mengetahui kedalaman hatinya, agar semua menjadi lebih pasti dan jelas. Begitu indah alunan senyum dan nada tatapan,  di padu dengan irama   keteguhan jiwa luarbiasa sang simponi yang menjadikan nya bagai harmoni melegenda
.
Sekilas terpikir dalam benak ini, sebuah perasaan malu terhadap sang simponi  karena aku mencintai nya, betapa tidak aku terlampau jauh tertinggal dari berbagai segi, baik itu yang bersifat sekuler dan juga yang bersifat rohaniah. Aku merasa malu bukan karena aku menyangi Wanita luarbiasa seperti mu, semua rasa malu ini lebih karena engkau terlalau luarbiasa di bandingkan aku, lihat betapa banyak hal besar telah engkau lakukan yang tidak tau berapa jumlah nya, sementara aku.?,  Hal besar apa yang telah aku lakukan ?, sejauh ini belum ada. Komitmen mu terhadap Agama Nya sangat lah kuat, semntara aku baru saja akan belajar untuk berkomitmen bagi Agama-Nya.
Tapi dengan semua kelemahan ini salah jika aku akan menyerah untuk berusaha menggapai mu, sudah terlalu jauh aku melangkah dalam permadani hati, sudah banyak persimpangan yang telah aku lewati dan telah aku pilih hingga semua itu tertuju pada satu titik fokus dalam hati dan setiap imajiku yaitu meraih ketulusan hati mu wahai sang simponi. Selalu ku curahkan persaan ku kepada Sang Pemilik jiwa , dan sedikit demi sedikit Dia memberikan jawaban  atas segala do’a ku. Semoga Saja tuhan berkenan menitipkan Hawa ciptaan nya yang luar biasa dan sangat Ia cintai ini kepada Mahluk sekcil aku yang sedang belajar.
Sejauh ini sang simponi sudah membaerikan banyak hal kepada ku, dia banyak mewariskan semangat dan kebaikan yang ada di dalam diri nya, sesungguh nya ingin aku ketahui apa saja yang di kerjakan Oleh sang simponi, sehingga dia  bisa memiliki jiwa dan hati yang luarbiasa, walau lama tak bersua namun dengan mengingat senyum nya kata-kata ini tidak pernah habis tercurah dalam barisan tombol pada keyboard, menghasilkan goresan kata pada setiap lembar kerja yang tertera. Ya allah Berikan lah aku kemudahan untuk menjadi lebih baik dari sang simponi agar aku memiliki kebanggan saat mengatakan kejujuran hati ini, agar aku tidak malu karena merasa belum sebanding dengan nya. Seperti menyangi Wanita dari dunia yang berbeda.
Jum’at  30, Desmber 2011
                                                                                                                                                Pukul  01:13 

0 Response to "Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 22"

Posting Komentar

Flag Counter