My Pray.....!
Sebuah barisan kata kembali mengalun dalam setiap detak sepuluh pasukan jemari tangan di atas lantai keyboard, kembali mengoreskan jalinan kisah potongan episode yang tertata rapih dalam barisan kosong kolom-kolom memorial hidup. Mencoba sedikit mengerti persaan ini terhadap sang simponi yang teruntai dalam sebuah tali kisah, Kisah ini telah terangkai selama jejak-jejak bulan berlalau, seindah permadani yang ada di taman surga.
Setitik
kegundahan hati menapaki sebuah kenyataan bahwa aku belum jua bersua
dengan sang simponi, rindu memang terasa namaun apalah daya hati ini.
Tuhan adil dan tuhan tahu benar apa yang terbaik untuk umat nya termasuk
juga aku dan sang simponi, biarkalnalh semua kerinduan ini tertata
rapih dalam setiap barisan kata yang sedang berusaha aku ugkapkan dalam
sebilah lembar kerja
Terimakasih
atas waktu-waktu menakjubkan bersama hadir mu, terimakasih telah
memberikan aku pelajara hidup hanya itulah yang dapat aku berikan, tiada
kurang dan tiada lebih hanya ungkapan terimakasih. Di saat aku meulai
mengharapkan mu di dalam setiap imaji, aku hanya dapat mengungkapkan nya
dalam barisan kata-kata. Aku mohon maafkan aku jika kejujuran hati ini
tak berkenan untuk mu, aku tahu ini bukan saat yang tepat karena engkau
tengah berada pada sebuah peraduan masa depan, namun apalah daya ku hati
ini sudah terlanjur berkata cintailah dia. Aku takingin kejujran hati
yang telah di hembuskan oleh Yang Kuasa, akan menjadi sebuah penyesalan
karena aku tak pernah bisa mengungkapkan nya, namun apalah daya , aku
terlalu takut jika kejujuran ini benar-benar aku ungkapkan, engkau akan
tergangngu dalam peraduan masa depan mu, bahkan yang lebih sulit lagi
jika engkau berlalu menjauhi aku atas semua kejujuran hati , maka aku
akan lebih menyesal lagi.
Aku
akan mencoba untuk tetap menunggumu sampai nanti aku akan tetap
mengharapakn mu, hingga nanti tuhan memberikan aku kepercayaan untuk
menitipkan mu kepadaku. Hingga nanti engkau akan memberikan aku sebuah
kesempatan untuk membahagiakan mu. Aku teramat yakin ini bukan lah suatu
perjuangan yang sia-sia karena Tuhan tidak pernah tidur dan akan selalu
mendengarkan aku di saat aku bersimpuh di dalam setiap do’a ku.
“Ya
Allah engkau tahu aku menyayangi sang simponi, maka dekatkan lah aku
dengan Nya, berikan lah aku kepercayaan mu agar engkau mau menitipkan
dia kepada ku, agar aku bisa menjaga dan melindungi nya. Ya Allah
berikanlah aku kesempatan untuk bisa membahagiakan dia, walaupun aku
tahu aku belum tentu mampu dan bisa melakukan itu, tapi aku akan
berusaha untuk melakukan nya. Ya Allah berikan lah dia Kesehatan dan
Kemudahan dalam setiap langkah nya”. My Pray….
Minggu, 01,Januari 2012
Pukul 23:43
0 Response to "Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 27"
Posting Komentar