Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 27

My Pray.....!




Sebuah barisan kata kembali mengalun dalam setiap detak sepuluh pasukan jemari tangan di atas lantai keyboard, kembali mengoreskan jalinan kisah potongan episode yang tertata rapih dalam barisan kosong kolom-kolom memorial hidup. Mencoba sedikit mengerti persaan ini terhadap sang simponi yang teruntai dalam sebuah tali kisah, Kisah ini telah terangkai selama jejak-jejak bulan berlalau, seindah permadani yang ada di taman surga.
Setitik kegundahan hati menapaki sebuah kenyataan bahwa aku belum jua bersua dengan sang simponi, rindu memang terasa namaun apalah daya hati ini. Tuhan adil dan tuhan tahu benar apa yang terbaik untuk umat nya termasuk juga aku dan sang simponi, biarkalnalh semua kerinduan ini tertata rapih dalam setiap barisan kata yang sedang berusaha aku ugkapkan dalam sebilah lembar kerja
.
Terimakasih atas waktu-waktu menakjubkan bersama hadir mu, terimakasih telah memberikan aku pelajara hidup hanya itulah yang dapat aku berikan, tiada kurang dan tiada lebih hanya ungkapan terimakasih. Di saat aku meulai mengharapkan mu di dalam setiap imaji, aku hanya dapat mengungkapkan nya dalam barisan kata-kata. Aku mohon maafkan aku jika kejujuran hati ini tak berkenan untuk mu, aku tahu ini bukan saat yang tepat karena engkau tengah berada pada sebuah peraduan masa depan, namun apalah daya ku hati ini sudah terlanjur berkata cintailah dia. Aku takingin kejujran hati yang telah di hembuskan oleh Yang Kuasa, akan menjadi sebuah penyesalan karena aku tak pernah bisa mengungkapkan nya, namun apalah daya , aku terlalu takut jika kejujuran ini benar-benar aku ungkapkan, engkau akan tergangngu dalam peraduan masa depan mu, bahkan yang lebih sulit lagi jika engkau berlalu menjauhi aku atas semua kejujuran hati , maka aku akan lebih menyesal lagi.
Aku akan mencoba untuk tetap menunggumu sampai nanti aku akan tetap mengharapakn mu, hingga nanti tuhan memberikan aku kepercayaan untuk menitipkan mu kepadaku. Hingga nanti engkau akan memberikan aku sebuah kesempatan untuk membahagiakan mu. Aku teramat yakin ini bukan lah suatu perjuangan yang sia-sia karena Tuhan tidak pernah tidur dan akan selalu mendengarkan aku di saat aku bersimpuh di dalam setiap do’a ku.
“Ya Allah engkau tahu aku menyayangi sang simponi, maka dekatkan lah aku dengan Nya, berikan lah aku kepercayaan mu agar engkau mau menitipkan dia kepada ku, agar aku bisa menjaga dan melindungi nya. Ya Allah berikanlah aku kesempatan untuk bisa membahagiakan dia, walaupun aku tahu aku belum tentu mampu dan bisa melakukan itu, tapi aku akan berusaha untuk melakukan nya. Ya Allah berikan lah dia Kesehatan dan Kemudahan dalam setiap langkah nya”. My Pray….
Minggu, 01,Januari 2012
Pukul 23:43 

0 Response to "Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 27"

Posting Komentar

Flag Counter