Belajar Menjadi Lebih Baik
Langkah
semakin jauh mengarungi samudera kehidupan, sejenak terfikir apa yang
telah aku lakukan..?, semua tak lebih hanyalah bayangan semu hasil
determinasi kekcewaan akan kegagalan masalalu. Semua telah berlalu
begitu saja kini masa di depan mata telah menanti, gelisah memang terasa
menusuk jauh kedalam sendi-sendi emosi namun semua hanya menjadi kiasan
bahtera kata-kata.
Kembali
aku tak mengerti tentang kekacauan yang kau buat di dalam hati ini,
entah kenapa perlahan tapi pasti aku mulai menikmati kekacauan itu.
Meski hati merasa ada yang salah, namun hati yang rentan ini justru
mengamini “ bahwa aku bahagia”. Ini lah sisi kemanusiaan ku, manusia
yang lemah dan cenderung mudah di permainkan oleh perasaan nya sendiri,
syukuri saja Karena ini adalh bukti dari kebenaran atas kebesaran Allah.
Bayang-bayang
semu kembali membanjiri lauta imaji, walau selama ini hanya bertemu
tanpa raga, bicara tanpa memakai suara, sejauh ini hanaya menggunakan
Fell dan kata-kata yang tercetak dalam barisan bilah-bilah jendeela
kerjaku. Itu lah hidup terasa menyenangkan bila di syukuri, yang sakit
menjadi indah yang pahit menjadi menyenangkan satu lagi kekuatan syukur
yang mengagumkan sebagai bukti kebesaran Allah.
Seiring
terbit dan terbenam nya mata hari mata, hati dan jiwa ini tetap terpaut
dengan satu pandangan walau acap kali mata ini tak pernha mampu
memandang ke arah dua binaran pelangi, yah karena itu lah yang kau
ajarkan jangan memandang apa yang seharus nya belum boleh engkau
pandang, walaupun keadaan serba sulit dan semua menunutt kesabaran aku
bahagia mmainkan peran ku yang sebrba sulit ini.
Walau
semua selalu tertutupi setidaknya gambaran dari binaram pelangi itu
sudah cukup jelas menggambarkan apa yang ada di dalam jiwa mu semua
hanya tinggal menunggu waktu yang telah di tuliskan di lembar-lembar
episode yang Allah rencanakan kapan, dimana, siapa, apa, bagaimana dan
siapa..?. sampai saat itu tiba aku hanya bisa belajar untuk terus
memperbaikai diri. Ini lah manusia hanya bisa berharap dan berenca semua
tuhan yang menentukan akhir nya..
Minngu, 27 Mei 2012
Pukul 06:44
0 Response to "Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 43"
Posting Komentar