Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 43


Belajar Menjadi Lebih Baik

Langkah semakin jauh mengarungi samudera kehidupan, sejenak terfikir apa yang telah aku lakukan..?, semua tak lebih hanyalah bayangan semu hasil determinasi kekcewaan akan kegagalan masalalu. Semua telah berlalu begitu saja kini masa di depan mata telah menanti, gelisah memang terasa menusuk jauh kedalam sendi-sendi emosi namun semua hanya menjadi kiasan bahtera kata-kata.
Kembali aku tak mengerti tentang kekacauan yang kau buat di dalam hati ini, entah kenapa perlahan tapi pasti aku mulai menikmati kekacauan itu. Meski hati merasa ada yang salah, namun hati yang rentan ini justru mengamini “ bahwa aku bahagia”. Ini lah sisi kemanusiaan ku, manusia yang lemah dan cenderung mudah di permainkan oleh perasaan nya sendiri, syukuri saja Karena ini adalh bukti dari kebenaran atas kebesaran Allah.

Bayang-bayang semu  kembali membanjiri lauta imaji, walau selama ini hanya bertemu tanpa raga, bicara tanpa memakai suara, sejauh ini hanaya menggunakan Fell dan kata-kata yang tercetak dalam barisan bilah-bilah jendeela kerjaku. Itu lah hidup terasa menyenangkan bila di syukuri, yang sakit menjadi indah yang pahit menjadi menyenangkan satu lagi kekuatan syukur yang mengagumkan sebagai bukti kebesaran Allah.
Seiring terbit dan terbenam nya mata hari mata, hati dan jiwa ini tetap terpaut dengan satu pandangan walau acap kali mata ini tak pernha mampu memandang ke arah dua binaran pelangi, yah karena itu lah yang kau ajarkan jangan memandang apa yang seharus nya belum boleh engkau pandang, walaupun keadaan serba sulit dan semua menunutt kesabaran aku bahagia mmainkan peran ku yang sebrba sulit ini.
Walau semua selalu tertutupi setidaknya gambaran dari binaram pelangi itu sudah cukup jelas menggambarkan apa yang ada di dalam jiwa mu semua hanya tinggal menunggu waktu yang telah di tuliskan di  lembar-lembar episode yang Allah rencanakan kapan, dimana, siapa, apa, bagaimana dan siapa..?. sampai saat itu tiba aku hanya bisa belajar untuk terus memperbaikai diri. Ini lah manusia hanya bisa berharap dan berenca semua tuhan yang menentukan akhir nya..



Minngu, 27 Mei 2012
Pukul 06:44


0 Response to "Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 43"

Posting Komentar

Flag Counter