Kupu-Kupu Musim Semi " Kupu-kupu Berjilbab " Sang Simponi Senyum
Indah kehangatan
musim semi adalah ketika aku pandang kupu-kupu di antara bermekaran
bunga penuh warna yang menebarkan bau wangi. Dialah sang simponi snyum
itu, dia bagaikan kupu-kupu yang bebas tanpa serangkaian beban, dia bisa
hinggap dimanapun dia mau, selalu membantu penyerbukan dari setiap
bunga, tanpa pernah mengeluh itu lah sang kupu-kupu musim semi kupu-kupu
berjilbab.
Serangkaian
nada mengalun menemani setiap harapan yang ada di hati nan kedinginan
ini, karena musim semi belum datang jua, hati masih beku di selimuti
lembut nya badai-badai salju musim dingin, dia masih ber hibernasi
menunggu senyuman itu membawa musim semi yang menghangatkan. Hangat nya
senyuman itu akan melelehkan setiap jengkal gumpalan dari badai-badai salju musim dingin penyelimut hati, hingga semua mengalir ke muara nya
.
Mengejar
harapan yang masih mengelam di tengah badai salju yang tak urung
berakhir, kemana gerangan kupu-kupu musim semi membawa senyum nya dalam
setiap simponi senyum itu, dingin, getir, gelap dan terdiam dalam
kesendirian hati. Tebal nya gumpalan badai-badai salju semakin membuat
hati kian terbelenggu menanti musim semi yang akan di bawa, oleh simponi
senyum dalam jelmaan kupu-kupu berjilbab musim semi
Begitu
indah semua harapan dan imajinasi dari hati yang tengah membeku, namun
akan kah semua itu datang. Akan kah musim semi itu segera tiba membawa
butir-butir kehangatan nan melelehkan semua gumpalan badai-badai salju.
Hati telah terlampau lama menjadi bagian dari kebekuan itu menanti
saat-saat hangat musim semi tiba.
Semua
prase yang engakau dengar hari ini dalaha harapan Tuhan ku, semoga
engkau segera mendatangkan simponi senyum dan memberikan musim semi yang
akan menghangatkan segala sudut harapan hati yang beku, dalam timbunan
butir-butir kerinduan badai-badai dalju musim dingin, kenpaa engaku
ciptakan badai-badai salju terlampau kuat dan bertubi-tubi, sehingga
mausim dinggin terasa semakin panjang, menusuk setiap jengkal pori-pori
harapan di dalam setiap detik waktu dan nafas berpacu.
Find The Way, itu yang ingin aku segera temukan dalam perjalanan kisah kerinduan penuh
pengharapan. Hanya harpan-harapan yang setiap hari dapat aku lantunkan
berirama seirama dengan detak jantung, dan harmoni setiap denyut nadi
yang tersaji dalam barisan-barisan kosong potongan episode hidup yang
masih termat panjang ini. Tuhan berikan lah aku kemudahan dalam meniti jalan menuju hati sang simponi senyum.
Rabu, 04 Januari 2012
Pukul 21:14

0 Response to "Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 34"
Posting Komentar