Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 34

Kupu-Kupu Musim Semi  " Kupu-kupu Berjilbab "  Sang Simponi Senyum




Indah  kehangatan musim semi adalah ketika aku pandang kupu-kupu di antara bermekaran bunga penuh warna yang menebarkan bau wangi. Dialah sang simponi snyum itu, dia bagaikan kupu-kupu yang bebas tanpa serangkaian beban, dia bisa hinggap dimanapun dia mau, selalu membantu penyerbukan dari setiap bunga, tanpa pernah mengeluh itu lah sang kupu-kupu musim semi kupu-kupu berjilbab.
Serangkaian nada mengalun menemani setiap harapan yang ada di hati nan kedinginan ini, karena musim semi belum datang jua, hati masih beku di selimuti lembut nya badai-badai salju musim dingin, dia masih ber hibernasi menunggu senyuman itu membawa musim semi yang menghangatkan. Hangat nya senyuman itu akan melelehkan setiap jengkal gumpalan  dari badai-badai salju musim dingin penyelimut hati, hingga semua mengalir ke muara nya
.
Mengejar harapan yang masih mengelam di tengah badai salju yang tak urung berakhir, kemana gerangan kupu-kupu musim semi membawa senyum nya dalam setiap simponi senyum itu, dingin, getir, gelap dan terdiam dalam kesendirian hati. Tebal nya gumpalan badai-badai salju semakin membuat hati kian terbelenggu menanti musim semi yang akan di bawa, oleh simponi senyum dalam jelmaan kupu-kupu berjilbab musim semi
Begitu indah semua harapan dan imajinasi dari hati yang tengah membeku, namun akan kah semua itu datang. Akan kah musim semi itu segera tiba membawa butir-butir kehangatan nan melelehkan semua gumpalan badai-badai salju. Hati telah terlampau lama menjadi bagian dari kebekuan itu menanti saat-saat hangat musim semi  tiba.
Semua prase yang engakau dengar hari ini dalaha harapan Tuhan ku, semoga engkau segera mendatangkan simponi senyum dan memberikan musim semi yang akan menghangatkan segala sudut harapan hati yang beku, dalam timbunan butir-butir kerinduan badai-badai dalju musim dingin, kenpaa engaku ciptakan badai-badai salju terlampau kuat dan bertubi-tubi, sehingga mausim dinggin terasa semakin panjang, menusuk setiap jengkal pori-pori harapan di dalam setiap detik waktu dan nafas berpacu.
Find The Way, itu yang ingin aku segera temukan dalam perjalanan kisah kerinduan  penuh pengharapan. Hanya harpan-harapan yang setiap hari dapat aku lantunkan berirama seirama dengan detak jantung, dan harmoni setiap denyut nadi yang tersaji dalam barisan-barisan kosong potongan episode hidup yang masih termat panjang ini. Tuhan berikan lah aku kemudahan  dalam meniti jalan menuju hati sang simponi senyum.
Rabu, 04 Januari 2012
Pukul 21:14 

0 Response to "Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 34"

Posting Komentar

Flag Counter