(J50K) Kupu-Kupu Berjilbab " Perjuangan Cinta, Cita dan Aamanah" Part: 10

Hujan dan Payung Berwarna Ungu




Hujan akhir nya membuayarkan latihan mereka, sedikit ada perasaan kecewa  karena pada saat hujan turun ikhsan sedang asik-asik nya bermain sambil berlatih dengan anak-anak itu. Ikhsan seperti mendapatkan saudara baru  pada diri anak-anak tersebut. Apa lagi dengan seorang anak yang bernama Dian, Ikhsan merasa anak perempuan yang satu ini sangat mirip dalam sikap dengan keponakan nya yang masih berusia empat tahun. Sambil melangkah ikhsan memandang kelangit “ Kalau saja aku tidak malu, aku sudah menangis sekarang, betapa mereka sangat ikhlash menerima ku padahal aku adalah orang baru bagi mereka”. Ikhsan kembali melangkah untuk segera berteduh dengan dada yang semakin terasa sesak.
Hujan semakin deras saja bagaikan gemuruh air terjun yang mengalir dengan deras dari langit. Mereka berteduh disalah satu rumah warga, yang sangat serhana semakin mengingatkan Ikhsan terhadap kehidupan nya di desa yang jauh dari kemewahan. Waktu itu ikhsan duduk tepat di sebelah kirani, pada awal nya dia tidak mearsakan apapun namu lambat laun dia memperhatikan kirani.  Persaan ikhsan semakin berbeda ketika berada sangat dekat dengan kirani, “ ini tidak boleh terjadi aku tidak boleh punya persaan ini, dia terlalu hebat buat ku dan aku menghormati nya”. Untuk kali ini ikhsan berhasil meredam persaan yang aneh tersebut
.
Hujan mulai reda dan merdunya adzan sudah mulai berkumandang akhirnya mereka semua memutuskan untuk segera ke Masjid terdekatagar dapat  segera mencurahkan persaan sambil bersimpuh kepada Allah. Di perjalana air tetap saja mengucur walaupun tidak sederas sebelum nya, jalanan yang sempit dan licin menjadi kian sulit saja di lalui karena terguyur hujan. Ikhsan mengeluarkan payung berwarna ungu dari dalam tas nya. Ingin dia memberikan payung itu kepada Kirani namun Ikhsan merasa malu dan ragu. Pada akhir nya Ikhsan memberanikan diri untuk memayungi Kirani, jadilah mereka sepayung berdua sekarang.
Saat seperti itu memang terlihat romantis, namun tak ada fikiran apa-apa pada benak ikhsan pada waktu itu, yang dia pikirkan hanya lah bagai mana Kirani tidak basah kuyup sampai di masjid, karena kebetulan jarak masjid dari tempat tersebut masih cukup jauh. Sepanjang perjalanan menuju kemasjid baik ikhsan maupun kirani hanya bisa tersenyum masing-masing. Semua itu tak pernah terduga dan terbayangkan sebelum nya. Mereka bisa berjalan berasam di tengah gemericik air hujan di bawah sebuah payung berwarna ungu, sungguh suatu hal yang tidak di duga oleh Ikhsan.
Setelah berjalan cukup jauh, mereka akhirr nya sampai di tempat yang di maksud, ini lah rumah Allah yang terlihat megah dengan cat berwarna hijau tua serta beberapa jendela kacayang menghiasi di sekeliling nya. Di tambah lagi dengan benayak nya Umat yang telah dan sedang bersimpuh di hadapan-Nya, membuat pemandangan disana kian indah di pandang mata dan sejuk dirasa oleh hati. Ikhsan segera bergegas mengambil air wudhu untuk segera mensucikan diri sebelum mengadap sang Ilahi, untuk segera mencurahkan persaan nya dan memberikan laporan atas apa yang telah dia lakukan hari ini. 

0 Response to "(J50K) Kupu-Kupu Berjilbab " Perjuangan Cinta, Cita dan Aamanah" Part: 10"

Posting Komentar

Flag Counter