Butir-Butir Cinta Air Mata
Kenapa malam ini aku merasa semakin tertekan, ada apa sebenar nya, ya
Allah berikan lah aku kekuatan untuk mengahdapi semua ini. Tidak
seharus nya aku begini ini salah. Kini aku sadar seberapa pun aku
mencoba untuk mengabaikan persaan ini, ternyata aku tetaplah manusia
biasa yang memiliki kelemahan, aku bukan lelaki bersayap aku bukan
mahluk surga, ini aku..! aku hanya manusia
biasa. Rasa ini terlalu besar untuk aku tanggung sendiri aku harus
mengakui Aku sangat menyayangi mu wahai sang simponi senyum.
Mala
mini semua terasa semakin sulit, hati ini semakin gundah karena terus
teringat tentang semua yang telah engkau ajarkan kepadaku wahai simponi
senyum. Malam ini nyaris saja aku menjatuhkan air mata saat aku
bersimpuh dan memohon kepada Ilahi agar di beriakn kepercayan oleh-Nya
untuk menjaga dan membahagiakan mu. Wahai pemilik nyawaku betapa lemah
diriku ini, berat ujian yang kau berikan, kupasrahkan semua kepadamu.
Tuahn
baru aku sadar indah rasa cinta ini cinta karena mu, namun sangat lalai
aku bersukur. Kini aku mengharpakan cinta dari mu, kata-kata cinta mengalun
indah dalam setiap doa ku, saat memohon agar aku mendapatkan kesempata
itu, kesempatan untuk melindungi menjaga dan membahagiakan sang simponi
senyum. Butir-butir cinta air mata ku mengalir
sehingga teringat semua kenangan yang kau berikan saat aku berada di
dekat nya. Ya Allah kuat kan aku dalam keadaan ini, biarlah sakit yang
kurasa malam ini akan menjadi saksi kesungguhan ku dalam menyangi nya
disetiap helaan nafas.
Berjalan
aku dalam sekeliling imaji, tergambar seluruh kebesaraj ilahi yang
terpancar dari diri sang hawa yang berada dalam imajiku. Segala nya
telah Nampak sempurna dalam dirimu, senyum, tatapan, tindakan dan
persaan mu, walau aku tetap
sadar kesempurnaan hanya milik tuhan. Hanya satu kata yang mampu aku
ucapkan saat menatap mu maha suci Allah penciptamu. Mencintaimu membuat
aku bahagia, mencintai mu membuat aku berada dalam keadaan sulit,
mencintai mu membuat aku tersenyum, mencintaimu membuat aku merenung dan
mencintai mu membuat aku berfikir. Maha besar Allah.
Engaku
memang tak seperti bintang di langit, dank kau juga tak seperti pelangi
engkau adalah sang simponi senyum yang memiliki segala keindahan,
kelebihan dan kekuarangan. Seberapa pun sempurnya
engkau , namun tetap saja manusia ciptaan-Nya. Engkau sudah jauh lebih
baik dari aku, namun aku akan selalu mencoba mensyukuri anugerah hidup
yang aku miliki. Dengan bisa mengenal dan menyayangimu merupakan Hadiah
besar dari Allah.
Senin 02, Januari 2012
Pukul 23:48
Butir-butir cinta air mata

0 Response to "Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 30"
Posting Komentar