Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 30

Butir-Butir  Cinta Air Mata 





 Kenapa malam ini aku merasa semakin tertekan, ada apa  sebenar nya,  ya Allah berikan lah aku kekuatan untuk mengahdapi semua ini. Tidak seharus nya aku begini ini salah. Kini aku sadar seberapa pun aku mencoba untuk mengabaikan persaan ini, ternyata aku tetaplah manusia biasa yang memiliki kelemahan, aku bukan lelaki bersayap aku bukan mahluk surga, ini aku..! aku hanya  manusia biasa. Rasa ini terlalu besar untuk aku tanggung sendiri aku harus mengakui Aku sangat menyayangi mu wahai sang simponi senyum.
Mala mini semua terasa semakin sulit, hati ini semakin gundah karena terus teringat tentang semua yang telah engkau ajarkan kepadaku wahai simponi senyum. Malam ini nyaris saja aku menjatuhkan air mata saat aku bersimpuh dan memohon kepada Ilahi agar di beriakn kepercayan oleh-Nya untuk menjaga dan membahagiakan mu. Wahai pemilik nyawaku betapa lemah diriku ini, berat ujian yang kau berikan, kupasrahkan semua kepadamu.

Tuahn baru aku sadar indah rasa cinta ini cinta karena mu, namun sangat lalai aku bersukur. Kini aku mengharpakan cinta dari mu, kata-kata cinta  mengalun indah dalam setiap doa ku, saat memohon agar aku mendapatkan kesempata itu, kesempatan untuk melindungi menjaga dan membahagiakan sang simponi senyum. Butir-butir  cinta air mata ku  mengalir sehingga teringat semua kenangan yang kau berikan saat aku berada di dekat nya. Ya Allah kuat kan aku dalam keadaan ini, biarlah sakit yang kurasa malam ini akan menjadi saksi kesungguhan ku dalam menyangi nya disetiap helaan nafas.
Berjalan aku dalam sekeliling imaji, tergambar seluruh kebesaraj ilahi yang terpancar dari diri sang hawa yang berada dalam imajiku. Segala nya telah Nampak sempurna dalam dirimu, senyum, tatapan, tindakan dan persaan mu, walau  aku tetap sadar kesempurnaan hanya milik tuhan. Hanya satu kata yang mampu aku ucapkan saat menatap mu maha suci Allah penciptamu. Mencintaimu membuat aku bahagia, mencintai mu membuat aku berada dalam keadaan sulit, mencintai mu membuat aku tersenyum, mencintaimu membuat aku merenung dan mencintai mu membuat aku berfikir. Maha besar Allah.
Engaku memang tak seperti bintang di langit, dank kau juga tak seperti pelangi engkau adalah sang simponi senyum yang memiliki segala keindahan, kelebihan dan kekuarangan. Seberapa pun  sempurnya engkau , namun tetap saja manusia ciptaan-Nya. Engkau sudah jauh lebih baik dari aku, namun aku akan selalu mencoba mensyukuri anugerah hidup yang aku miliki. Dengan bisa mengenal dan menyayangimu merupakan Hadiah besar dari Allah.
Senin 02, Januari 2012
Pukul 23:48
Butir-butir  cinta air mata

0 Response to "Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 30"

Posting Komentar

Flag Counter