Selamat Tidur Indah
Malam
ini pukul sudah menunjukan pukul 22:33, tetapi mata ini masih saja
enggan terpejam aku ucapkan selamat malam untuk pemilik senyum itu, sang
pemilik melodi indah senyuman hati yang mnorehkan irama dan melodi memukau dari balik taman
hati yang terlepas melalui sebuah senyuman. Selamat menikmati mala mini
entah engkau sudah terlelap dalam surge mimpimu atau engkau masih
terjaga merencanakan peta kehidupan mu, tetapi sedang apa pun dirimu aku
selalu tersenyum untuk mu.
Sekaarang kenapa aku mulai ragu Karen aku maulai merasa makin jauh
dari diri mu, semua orang berbicara tetntang hal ini seakan mudah,
namun yang terjadi dengan keadan qw sekarang adalah terasa sulit karena
yang ku hadapi adalah kamu. Andai saja itu bukan kamu pasti semua akan
terasa lebih mudah, mengapa aku makin merasa sulit untuk mengatakan ini
aku tak mengerti dan masih terus terikat oleh teratai ketidak mengertian
ini dan semakin aku tenggelam di dalam lautan kebingugan ini.
Jika
aku boleh memilih aku akan memilih mengenal mu lebih awal, karena kau
merasa pertemuan ini terlalu singkat. Aku masih ingin melihat senyum
itu, mreasakan ketulusan itu dan menikmati saat-saat bearda di dekat mu.
Lagi, lagi dan lagi aku selalu mengingat mu sejak saat pertama aku
melihat senyum mu jantung ini terasa berdebar-debar. Tuhan tolong aku
menginginkan nya dan aku merindukan nya. Namun sayang pertemuan kita
selalu saja singkat walaupun aku masih ingin berada di dekat mu, tetapi
selalu aku tak kuasa mengatakan itu dan akhir nya aku selalu merindu
lagih. Selalu ingin aku mengatakan kk jangan palingkan senyum mu, jangan
kau tekuk indah wajah mu karena itu anugerah tuhan yang sangat indah
yang bisa aku pandang. Keindahan hati, terpancar jelas dari mata itu,
kelembutan hati terlihta jelas dari senyum itu dan kekauatan hati itu
terdengar jelas dari ucapan mu, akhir nya aku selalu berkata senyum
itu….!.
Senyum
itu yang selalu membuat ku rindu, senyum itu yang selalu membuat aku
kuat, senyum itu yang selalu membuat aku lemah, senuym itu adalah senyum
mu. Entah akapan perjalanan imajiku ini akan berakhir mungkin akan
berakhir mungkin tidak. Imaji ini akan berakhir bila semua menjadi nyata
namun takkan berakhir bila tidak menjadi nyata dan akan terus begini.
Selamat tidur senyum itu.
Sealasa 06, Desember 2011
Selamat tidur indah

0 Response to "Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 5"
Posting Komentar