Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 5

Selamat Tidur Indah




Malam ini pukul sudah menunjukan pukul 22:33, tetapi mata ini masih saja enggan terpejam aku ucapkan selamat malam untuk pemilik senyum itu, sang pemilik melodi indah senyuman hati  yang mnorehkan irama dan melodi memukau dari balik  taman hati yang terlepas melalui sebuah senyuman. Selamat menikmati mala mini entah engkau sudah terlelap dalam surge mimpimu atau engkau masih terjaga merencanakan peta kehidupan mu, tetapi sedang apa pun dirimu aku selalu tersenyum untuk mu.
Sekaarang kenapa aku mulai ragu Karen aku maulai merasa makin  jauh dari diri mu, semua orang berbicara tetntang hal ini seakan mudah, namun yang terjadi dengan keadan qw sekarang adalah terasa sulit karena yang ku hadapi adalah kamu. Andai saja itu bukan kamu pasti semua akan terasa lebih mudah, mengapa aku makin merasa sulit untuk mengatakan ini aku tak mengerti dan masih terus terikat oleh teratai ketidak mengertian ini dan semakin aku tenggelam di dalam lautan kebingugan ini.

Jika aku boleh memilih aku akan memilih mengenal mu lebih awal, karena kau merasa pertemuan ini terlalu singkat. Aku masih ingin melihat senyum itu, mreasakan ketulusan itu dan menikmati saat-saat bearda di dekat mu. Lagi, lagi dan lagi aku selalu mengingat mu sejak saat pertama aku melihat senyum mu jantung ini terasa berdebar-debar. Tuhan tolong aku menginginkan nya dan aku merindukan nya. Namun sayang pertemuan kita selalu saja singkat walaupun aku masih ingin berada di dekat mu, tetapi selalu aku tak kuasa mengatakan itu dan akhir nya aku selalu merindu lagih. Selalu ingin aku mengatakan kk jangan palingkan senyum mu, jangan kau tekuk indah wajah mu karena itu anugerah tuhan yang sangat indah yang bisa aku pandang. Keindahan hati, terpancar jelas dari mata itu, kelembutan hati terlihta jelas dari senyum itu dan kekauatan hati itu terdengar jelas dari ucapan mu, akhir nya aku selalu berkata senyum itu….!.
Senyum itu yang selalu membuat ku rindu, senyum itu yang selalu membuat aku kuat, senyum itu yang selalu membuat aku lemah, senuym itu adalah senyum mu. Entah akapan perjalanan imajiku ini akan berakhir mungkin akan berakhir mungkin tidak. Imaji ini akan berakhir bila semua menjadi nyata namun takkan berakhir bila tidak menjadi nyata dan akan terus begini. Selamat tidur senyum itu.

Sealasa 06, Desember  2011
Selamat tidur indah

0 Response to "Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 5"

Posting Komentar

Flag Counter