Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 24

Aku Takkan Menyerah Meski Pada Akhirnya Kejujuran Ini Takkan Pernah Terungkap




Well now I just want to pick the color of my life and I want the symphony smile coloring my life, but whether he is willing to provide different colors and more beautiful than the rainbow, that he who should I know about first. Sebelum nya kata-kata ini sudah pernah aku goreskan untuk mewarnai kisah ini. Semua psti mengerti bahwa dibalik kata-kata tersebut tersimpan sebuah harapan, walaupun harapan itu sampai sekarang hanya berupa tulisan yang tergores dan tersimpan dalam dunia maya, serta abadi di dalam hati ini.
Walaupun kata-kata dalam bahasa asing itu belum tentu benar baik penulisan atau makna nay, karena saya memang tidak menguasai bahasa inggris denagn baik, namun apa salahnya jika kita mencoba.  Seperti kisah yang aku goreskan dalam selambar nadi, kisah ini hanyalah kisah yang aku coba untuk jalani wlaupun semua berada dalam ketidak pastian. Aku tetap bahagia dalam menjalani guratan kisah ini wlau tek pernah ada kepastian karena telah banyak kebiakan yang aku dapatkan dari mencintai sang simponni. Aku bersukur karena pernah mencintai wanita luarbiasa
.
Itu adalah harapan, aku hanya serpihan kecil di tengah luas samudera, aku sadar diri aku masih belum baik, aku masih harus banyak belajar, berusaha dan bekerja agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Aku hanya memastikan bahwa aku telah menyadari semua kelemahan dan kekurangan ku. Cukup sudah aku bearda dalam kesalahan yang telah bertahun-tahun aku tapaki dengan bangga, senyum dan air mata telah jadi saksi semu semua perjalanan itu. Meski sakit harus aku terima dan akui bahwa aku masih jauh uuntuk di katakana sebanding dengan mu wahai sang simponi.
Setelah engaku membuka mataku atas Izin Allah, aku baru benar-benar mengerti tentang arti menyayangi yang sebenar nya, dan telah aku tuturkan dalam goresan kisah ku sebelum nya. Kini aku sadari bukan hanya diriku yang memiliki persaan ini kepada sang simponi, aku sadar mereka sudah jauh lebih baik dari aku, namun apakah aku hrus menyerah dalam keadaan ini. Aku takkan menyerah meski pada akhirnya kejujuran ini takkan pernah terungkap, Karen aku tahu Allah tidak pernah berhenti melihatku dari langgit. Baik saat aku menuliskan kisah ini atau saat aku bersimpuh memohon kepadanya demi sebuah kesempatan yang sangat berharga.
Tak bisa aku pungkiri dalam setiap langkah ini selalu ada helaan senyum dan nafas sang pelangi. Biarkan lah kusimpan abadi perasaan ini dalam hari-hari ku, tak pernah aku sesali saat aku mulai mencintai mu dan tak akan ku ingkari aku ingin selalu berada di samping mu, dan biarlah aku kenang persaan ini untuk menutup hati ini pada persaan yang lain, Karen takkan kutemukan lagi wanita seperti mu, aku hanya berharap engkau akan menjadi pendaming hidupku, semua Kuserahkan kehadiratmu Tuhan ( Allah).
Sabtu, 31 Desember 2011
Pukul 01:50 

0 Response to "Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 24"

Posting Komentar

Flag Counter