Untuk engkau yang ku kagumi
Ya
Allah lagi2 senyum itu, membuat ku merasa seakan makin kecil. Namun ada
yang berbeda mala mini Dia tersenyum sambil menangis seakan
menggulingkan ucapan di malam
sebelum nya “ seorang yang dewasa pada saat dia menangis takkan
meneteskan air mata tetapi matanya akan berkaca2 seperti ini” tapi mala
mini dia benar2 meneteskan air mata di balik senyum surga nya.
Kembali
mala ini dia dan para teman seperjuangan nya memberikan pelajaran yang
sangat berharga tentang keikhlasan mencintai dan rasa kekeluargaan yang
teramat sangat indah, Inikah Cinta yang di katakana saudara qw Ikhwan
Rosadi Siregar, Cinta Karena Allah seperti nya ia inilah cinta itu. Aku
baru saja kehilangan seorang yang sangat berharga tetapi rasa sedih akan
kehilangan malam ini lebih berat dari pada rasa yang sebelum nya, ini
adalah jawaban atas semua itu, memang benar aku selalu meminta untuk di
tunjukan cinta sejati tetapi Allah tidak pernah menunjukan itu kepada ku
tapi Dia selalu memberikan jalan qw untuk melihat hal itu.
Dan
aku bisa melihat itu pada dia yang malam ini menangis sambil tersenyum ,
malam ini makin terlihat luarbiasa dengan kata2 nya yang memiliki
kekuatan, seperti biasa dia selalu Nampak hebat di mata qw, juga di mata
semua orang yang memandang nya. Ingin aku katakana aku menyayangi kamu
aku ingin bersama mu selamanya, namun aku tak kuasa mengatakan itu
karena dia masih terlalu jauh untuk ku jangkau, melihat nya tersenyum
dari jarak yang teramat jauh pun aku sudah bersyukur, apa lagi aku bisa
memilki dia, hah its my dream but I did it.
Malam
ini dia berkata “ aku lebih suka dengan orang yang bicara apa adanya”
dan ingin aku katakana semua yang aku rasakan apa ada nya kira2 seperti
ini:
Engkau past tau kalau Cinta adalah perasaan indah yang di buat oleh Allah, dan di berikan kepada
umat manusia. Dan jika kita mensukuri serta Merawat apa yang telah di
ciptakan Allah maka itu sama juga dengan ibadah, maka dari itulah aku
ingin mencintai Karena Allah, aku ingin Mencintai atas tujuan ibadah. Aku ingin menjaga cinta yang telah di anugrahkan Tuhan di dalam Hati ini, aku ingin merawat nya hingga tumbuh subur Menjadi
cinta yang Suci atas Dasar Cinta Karena Allah.Maka mukah engkau
membantu qw untuk menyebarkan Benih Bunga di Dalam taman Hati mu,
Maukahkau membantu qw untuk merawat nya, dan maukah kau membantu qw
untuk beribadah merawat Anugera Allah, maukah kau mencintai ku Karena
Allah. ini buakn rayuan tapi ini adalah hal yang sebenar nya aku hanya berkata apa ada ny bukan kah itu yang engkau mau.
Tetapi
semua bagaikan menahan matahari untuk tidak terbenam, itu sama saja
melakukan hal yang mustahil, tetapi aku akan selalu berdoa kepada allah
untuk memberikan aku kesempatan bicar kepadnya seperti yang aku tulis di
atas sebelum februari.
Ya Allah aku dalam tulisan ini dan dalam do’a aku
memohon jadikan lah dia pendamping ku, mungkin ini terdengar gila dan
tidak masuk akal, tetapi inilah kejujuran qw jika engkau tak menyatukan
kami di dunia ini satukan lah kami dii surga nanti, tetapi aku berharap aku Engkau akan menyatukan kami di dunia dan di surge nanti.
Tanpa
mata ini aku masih bisa meraba kecantikan hati mu, tanpa mata ini aku
masih akan tetap ingat betapa merdu suaramu saat engkau mengingatkan
aku, tanpa mata ini aku masih bisa melihat indah senyum mu, tanpa mata
ini aku masih bisa melihat indah wajah mu dan tanpa mata ini aku masih
bisa melihat serta merasakan betapa indah,tulus dan lembut nya hatimu,
di setiap nafas ini akan selalu aku bawa namamu, karena aku tidak pernah
menulis namamu di dalam hati dan fikiran qw sebab jika ku tulis di hati
dan fikiran begitu yang baru datang maka namamu akan hilang dan
terlupakan di ganti oleh nama yang lain. Namun aku meulis nama mu di
dalam nafas ku, agar nama mu menemani qw hingga nafas qw berhenti, ini bukan janji atau gombalan belaka tetap ini adalah yang sebenar nya ini adalah aku apa ada nya.
Terima
kasih untuk pelajaran berhaga malam ini, tangis, senyum, dan cara mu
mengingatkan qw akan selalu terkenang dan akan selalu aku rindukan.
Minggu 04, Desember 2011
Pukul 23:35
Untuk engkau yang ku kagumi

0 Response to "Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 3"
Posting Komentar