Simponi Senyum Dari Dalam Hati Izinkan Aku Menuliskan Satu Nama: 2

Cahaya Hati dan Fatamorgana


Jejak langkah yan tak pernah tergores dan terhantam oleh waktu, semua hanya kiasan binary bias fatamorgana yang terkadang mampu membalikan keadaan hitam menjadi putih dan putih menjadi hitam, di sanalah letak nya disanalah letak kelmahan yang sesungguh nya letak dari cikal bakal runtuh nya peradaban hati yang teramat kuat, dia penyebab hati ini terkadang menjadi lemah yah dia kiasan bias fatamorgana.
Sudahlah cukup bermain dengan hal-hal yang akan membuat bidadari mu di surge cemburu, membuat bidadari mu di surga menitikan air mata, karena kami terlalu banyak bermain dengan bayang-bayang fatamorgana. Bias sinar itu seharus nya menjadi lentera bagi gelap dan dingin nya hati setiap adam, namun sinar terang itu kini telah menjadi kiasan-kiasan fatamorgana yang siap menerkam dan menelan mu kedalam jurang yang membawa ksesananan terhadap duniamu tetapi seseunguh nya engkau berada di tempat yang teramat kelam
.
Lentera nan terang kian hari akan kian meredup, hanya segelintir lentera yang mampu mengabadikan cahanya dalam balutan hijab membatasi, yah itu lah wanita semakian waktu bergerak sianr nya kian redup karena terlalu banyak di berikan kepada banyak pasang mata, namun jika saja dia tetap menyimpan sengan rapih cahay itu pastilah dia akan Nampak lebih anggun di balik balutan hijab nya. Andaikan saja sinar itu terus mampu di pertahan kan yakin lah sianr itu akan lebih indah dan berwarna dari pelangi musim semi, menakjubkan.
Yah dalam perputaran waktu  terlihat sosok luar biasa, bukan karena kehebatan atau kecantikan tapi karena keteguhan menjaga cahaya hati nya, apakah ini bicara tentang cinta yah itu benar namun jangan sampai melampaui apa yang telah diatur oleh sang pencipta, namunn tetap saja aku masih lah seorang anak yang nakal yah perasaan kagum itu selalu ada, namun dengan cahyanya dia terus mengajari aku bagai mana cara menempatkan dan membangun pondasi hati dengan benar. Denagan diam nya dia mengajari aku bagia mana cara menjaga semua nya, menjaga agar tak terucap janji yang akna kian memudarkan pondasi hati.
Melihat langkah nya yang tertunduk penuh rasa malu bukan berarti dia tidak percaya diri atau dia adalah wanita yang lemah, namun dengan tertunduk wajah nya membuktikan bahwa dia percaya Allah tengah mengawasi  ciptaan-Nya yang teramat dia cintai karena dia mecintai-Nya, tertunduk mu kareana memang engkau sesungguhnya begitu kuat begitu kuat untuk senan tiasa menjaga cahaya mu agar cahaya itu ber transformasi menjadi plangi nan indah.
Sesungguh nya aku tidak pernah mengerti dan mungkin tidak akan pernah mengerti tentang apa yang ada di gengamu namun aku yakin itu bukan kilauan sebilah belati, namun itu lah kilauan cahaya hati yang akan menghangatkan dan menerangi hati-hati yang tengah menyendiri di sudut gelap bayang-bayang fatamorgana, akankah aku menemukan satu celah disana akankah aku menemukan satu tempat dalam binaran cahay itu. Bisa ia bisa juga tidak karena engkau terlalu imajiner bagiku.
Maaf kata-kata ini tidak pernah terucap, kata-kata yan tengah bertahta di atas pondasi peradaban hati yang sedang aku bangun, bukan aku tak kuasa mengatakan nya tetapi aku selalu teringat dengan segala ucap itu” seorang lelaki yang baik tidak akan pernah memebrikan jani tapi sebuah kepastian”, yah aku sangat setuju dengan ucapan itu, namun Karen aku baru saja belajar menjadi lelaki yang baik ungkapan itu masih terasa imajiner dan sulit untuk di terima.
Kembali terbuka lembar biru catatan kenangan masa lampau dari bilik-bilik memorial hati, teringat kembali degan ucapan mu “ saya tidak suka memberikan harapan” namun untuk kali ini kamu salah setiap mahluk yang tidak memiliki harapan tidak akan mungkin tetap hidup, hidup tanpa harapan maka hidup ini akan jalan di tempat. Tampa ada harapan aku tidak akan bisa berdiri dengan tegak dan melangkah kan kaki dengan penuh senyuamn. Yah memang benar kamu tidak pernah memberikan harapan itu namuan Allah selalu memberikan haparan it terus menerus kepada ku, harapan itu adalah kamu. Kembali aku tersadar hadarapn itu dating bukan dari dia tetapi dari Dia, sehingga biarlah Dia ang menentukan kemana harapan ini akan terus aku bawa dan biarkan kembali bermuara pada-Nya.
Maaf bila harapan ku menggagngu hidup mu, maaf bila harapan ku menhambat langkah mu, maaf bila harapan ku senantiasa membuat mu tak nyaman, aku hanya seorang anak nakal yan tengah berusaha memabngun peradaban hati dan mencoba terus mensyukuri , menjaga apa yang telah di berikan dan di amanahkan oleh-Nya kepada ku. Do’a kan aku agar selalu Istiqomah berada di jaur nya membawa semua asa ini ketempat yang tepat dan senantiasa di ridhoi nya. Tolong jangan hentikan dan larang aku untuk selalu menjaga mu, untuk selalu menyayangi mu, dan untuk selalumenyimpan harapan ini walau smua hanya ada dalam barisan kata yang terukir tak bermakna.
Izinkan lah aku senantiasa menulisakan satu nama dalam Future Palans yang tenga aku bangun, izin kan aku menyimpan dan menulisakan nama mu di sana. Sekali pun nantinya Allah berkehendak berbeda aku yakin engkau akan senantiasa menjadi pendamping yang solehah bagi pendamping mu kelak. Terimakasih atas kesempatan yang telah engkau berikan, terimaskasih atas anugerah-Mu, bantu aku, jaga aku, dan bimibing lah aku Ya Rabb
Minggu 16 juni 2012
Pukul 08:46

0 Response to "Simponi Senyum Dari Dalam Hati Izinkan Aku Menuliskan Satu Nama: 2"

Posting Komentar

Flag Counter