Cahaya Hati dan Fatamorgana
Jejak
langkah yan tak pernah tergores dan terhantam oleh waktu, semua hanya
kiasan binary bias fatamorgana yang terkadang mampu membalikan keadaan
hitam menjadi putih dan putih menjadi hitam, di sanalah letak nya
disanalah letak kelmahan yang sesungguh nya letak dari cikal bakal
runtuh nya peradaban hati yang teramat kuat, dia penyebab hati ini
terkadang menjadi lemah yah dia kiasan bias fatamorgana.
Sudahlah
cukup bermain dengan hal-hal yang akan membuat bidadari mu di surge
cemburu, membuat bidadari mu di surga menitikan air mata, karena kami
terlalu banyak bermain dengan bayang-bayang fatamorgana. Bias sinar itu
seharus nya menjadi lentera bagi gelap dan dingin nya hati setiap adam,
namun sinar terang itu kini telah menjadi kiasan-kiasan fatamorgana yang
siap menerkam dan menelan mu kedalam jurang yang membawa ksesananan
terhadap duniamu tetapi seseunguh nya engkau berada di tempat yang
teramat kelam
.
Lentera
nan terang kian hari akan kian meredup, hanya segelintir lentera yang
mampu mengabadikan cahanya dalam balutan hijab membatasi, yah itu lah
wanita semakian waktu bergerak sianr nya kian redup karena terlalu
banyak di berikan kepada banyak pasang mata, namun jika saja dia tetap
menyimpan sengan rapih cahay itu pastilah dia akan Nampak lebih anggun
di balik balutan hijab nya. Andaikan saja sinar itu terus mampu di
pertahan kan yakin lah sianr itu akan lebih indah dan berwarna dari
pelangi musim semi, menakjubkan.
Yah dalam perputaran waktu terlihat
sosok luar biasa, bukan karena kehebatan atau kecantikan tapi karena
keteguhan menjaga cahaya hati nya, apakah ini bicara tentang cinta yah
itu benar namun jangan sampai melampaui apa yang telah diatur oleh sang
pencipta, namunn tetap saja aku masih lah seorang anak yang nakal yah
perasaan kagum itu selalu ada, namun dengan cahyanya dia terus mengajari
aku bagai mana cara menempatkan dan membangun pondasi hati dengan
benar. Denagan diam nya dia mengajari aku bagia mana cara menjaga semua
nya, menjaga agar tak terucap janji yang akna kian memudarkan pondasi
hati.
Melihat
langkah nya yang tertunduk penuh rasa malu bukan berarti dia tidak
percaya diri atau dia adalah wanita yang lemah, namun dengan tertunduk
wajah nya membuktikan bahwa dia percaya Allah tengah mengawasi ciptaan-Nya
yang teramat dia cintai karena dia mecintai-Nya, tertunduk mu kareana
memang engkau sesungguhnya begitu kuat begitu kuat untuk senan tiasa
menjaga cahaya mu agar cahaya itu ber transformasi menjadi plangi nan
indah.
Sesungguh
nya aku tidak pernah mengerti dan mungkin tidak akan pernah mengerti
tentang apa yang ada di gengamu namun aku yakin itu bukan kilauan
sebilah belati, namun itu lah kilauan cahaya hati yang akan
menghangatkan dan menerangi hati-hati yang tengah menyendiri di sudut
gelap bayang-bayang fatamorgana, akankah aku menemukan satu celah disana
akankah aku menemukan satu tempat dalam binaran cahay itu. Bisa ia bisa
juga tidak karena engkau terlalu imajiner bagiku.
Maaf
kata-kata ini tidak pernah terucap, kata-kata yan tengah bertahta di
atas pondasi peradaban hati yang sedang aku bangun, bukan aku tak kuasa
mengatakan nya tetapi aku selalu teringat dengan segala ucap itu”
seorang lelaki yang baik tidak akan pernah memebrikan jani tapi sebuah
kepastian”, yah aku sangat setuju dengan ucapan itu, namun Karen aku
baru saja belajar menjadi lelaki yang baik ungkapan itu masih terasa
imajiner dan sulit untuk di terima.
Kembali
terbuka lembar biru catatan kenangan masa lampau dari bilik-bilik
memorial hati, teringat kembali degan ucapan mu “ saya tidak suka
memberikan harapan” namun untuk kali ini kamu salah setiap mahluk yang
tidak memiliki harapan tidak akan mungkin tetap hidup, hidup tanpa
harapan maka hidup ini akan jalan di tempat. Tampa ada harapan aku tidak
akan bisa berdiri dengan tegak dan melangkah kan kaki dengan penuh
senyuamn. Yah memang benar kamu tidak pernah memberikan harapan itu
namuan Allah selalu memberikan haparan it terus menerus kepada ku,
harapan itu adalah kamu. Kembali aku tersadar hadarapn itu dating bukan
dari dia tetapi dari Dia, sehingga biarlah Dia ang menentukan kemana
harapan ini akan terus aku bawa dan biarkan kembali bermuara pada-Nya.
Maaf
bila harapan ku menggagngu hidup mu, maaf bila harapan ku menhambat
langkah mu, maaf bila harapan ku senantiasa membuat mu tak nyaman, aku
hanya seorang anak nakal yan tengah berusaha memabngun peradaban hati
dan mencoba terus mensyukuri , menjaga apa yang telah di berikan dan di
amanahkan oleh-Nya kepada ku. Do’a kan aku agar selalu Istiqomah berada
di jaur nya membawa semua asa ini ketempat yang tepat dan senantiasa di
ridhoi nya. Tolong jangan hentikan dan larang aku untuk selalu menjaga
mu, untuk selalu menyayangi mu, dan untuk selalumenyimpan harapan ini
walau smua hanya ada dalam barisan kata yang terukir tak bermakna.
Izinkan lah aku senantiasa menulisakan satu nama dalam Future Palans
yang tenga aku bangun, izin kan aku menyimpan dan menulisakan nama mu
di sana. Sekali pun nantinya Allah berkehendak berbeda aku yakin engkau
akan senantiasa menjadi pendamping yang solehah bagi pendamping mu
kelak. Terimakasih atas kesempatan yang telah engkau berikan,
terimaskasih atas anugerah-Mu, bantu aku, jaga aku, dan bimibing lah aku
Ya Rabb
Minggu 16 juni 2012
Pukul 08:46

0 Response to "Simponi Senyum Dari Dalam Hati Izinkan Aku Menuliskan Satu Nama: 2"
Posting Komentar