Mas Rega "Luar Biasa" keluarga, sahabat dan Mentor
Dengan gelisah ikhsan membuka lembaran soal yang telah tergeletak di atas meja. Sambil membaca bissmillahirahmanirrahim
ikhsan membaca soal-soal yang tertera pada ketas tersebut dan mulai
mengerjakan soal demi soal seadanya dan sebatas kemampuan yang dia
miliki. Ada hal yang aneh dengan ikhsan mengapa wajah lelaki muda itu
tak lagi terlihat cemas bahkan terlihat sangat bahagia, sebenar nya apa
yang tengah terjadi pada ikhsan?, apakah dia tiba-tiba menjadi jenius
Fisika, ah yang itu tidak mungkin sangat mustahil. Ternyata yang
membuat wajah ikhsan menjadi sangat bahagia adalah soal-soal yang di
berikan tidak membutuhkan banyak materi, karena semua jawaban telah
berada di atas meja praktik nya seperti alat dan bahan, satuan yang di
gunakan dan lain-lain.
Pukul
11.20 praktikum fisika telah selesai di laksanakan ikhsan keluar dari
ruangan dengan senyum mengembang karena mendapatkan nilai kuis yang
sangat menggembirakan dia mendapatkan nilai sempurna. Beberapa saat
kemudian ikhsan segera pergi menuju masjid yang ada di kampus bersama
salah satu sahabat nya Mahendra, Mahendra memang tidak satu jurusan
dengan ikhsan hanya saja mereka telah berteman akrab sejak SMA.
Melangkah lah dua sahabat tersebut dengan penuh suka cita menuju masjid
kampus untuk menemui Mentor mereka Mas Rega.
Mas
Rega adalah mentor, Sahabat, sekaligus keluarga bagi mereka berdua,
karena beliau adalah orang yang sangat luarbiasa membimbing kedua lelaki
tersebut tanpa mengenal ras dan juga ikatan. Sehingga ke dua lelaki itu
terus menjadi lebih baik dan memiliki kepribadian yang jauh berbeda
dengan kebanyakan Mahasiswa lain nya. Sebagai contoh ikhsan saat
paertama kali datang di kampus, bukan lah seorang yang sangat taat
beragama namun beliau dapat mengubah Ikhsan menjadi lebih taat beragama,
serta berhasil mencetak mereka berdua menjadi seorang yang selalu
bersemangat dan pantang menyerah.
Setelah
berjalan cukup lama akhirnya mereka berdua sampai di pelataran masjid
dan segera masuk uuntuk menemui Mas Rega, namun terlebih dahulu mereka
melepas alas kaki dan mengambil air wudhu. Setelah selesai mereka segera
menuju aula utama masjid untuk menemui Mas Rega yang telah menunggu.
“Assalamulaikum”,
kedua lelaki itu mengucapkan salam,”walaikumsallam” mas Rega menjawab.
Kemudian mereka di persilahkan duduk “ apa kabar Akhi” Mas Rega bertanya
kepada kedua lelaki tersebut “ alhamdulilah senantiasa berada dalam
kasih sayang Allah” serempak merka menjawab. Mas Rega tampak sangat
bahagia melihat mereka berdua begitu bersemangat hari ini, karena memang
itu lah yang di harapakan Oleh Mas Rega terhadap kedua Saudara yang
tengah di didik nya. Selanjut nya seperti baisa sebelum kegiatan
Mentoring di mulai mereka membagi tugas terlebih dahulu, pada hari itu
Mahendra kebagian tugas sebagai Mc, sementara Ikhsan mendapatkan bagian
untuk memberikan Tuaisah, mrntoring pun segera di mulai dengam
menucapkan bassmallah serentak oleh ke tiga leleki tersebut.
0 Response to "(J50K) Kupu-Kupu Berjilbab " Perjuangan Cinta, Cita dan Aamanah" Part: 13"
Posting Komentar