Maaf dan Terimakasih

Assalamualaikum Wr.Wb
Untuk engkau yang  sedang tertidur dengan nyaman di pembaringan mu malam ini, aku ucapkan selamat hari lahir. Sudah hari lahir ke dua mu, setelah kita saling mengenal satu sama lain, namun Sayang belum sekalipun aku bisa mengucapkan ucapan “ SELAMAT”. Malam ini entah mengapa tiba-tiba aku terbangun dari tidur, ternyata malam ini adalah malam yang spesial bagi orang yang spesial.

SELAMAT HARI LAHIT RI
Malam ini genap 20 tahun sudah usia mu Ri, tentunya itu bukan sebuah usia  yang masih bisa di pandang sebeleah mata. Di  usiamu yang sekarang semoga engkau sudah menjadi wanita yang cukup matang, baik secara kepribadian, sikap dan dalam hal mengambil keputusan. Semoga engkau akan menjadi wanita yang semakin Solehah dan senantiasa bertambah kuat keimanan mu kepada Allah.  Semoga engkau di mudahkan Oleh Nya dalam segala urusan, dan mampu menjadi seorang putri yang mampu membanggakan kedua orantuamu.
Sesungguh nya ingin kukatakan semua ini langsung kepada mu Ri, namun nampak nya aku hanya menjadi penggangu dalam keseharian mu. Jangan kan untuk berbicara secara langsung bahkan sudah 14 bulan ini silaturahim kita seperti telah terputus, seperti aku ini adalah musuh terbesar yan tengah kau hadapi. Sesungguhnya banyak hal yang ingin aku katakan dan bnayak hal yang ingin aku ceritakan dan ada pula beberapa hal yang ingin aku tanyakan.
Masih kah ada peluang untuk lelaki seperti ku ini mengucapkan lafaz suci itu, satu hal yang  selalu aku tunggu dan selalu menjadi impian ku di masa depan. Ri sekarang kita bukan lah anak kecil lagi saya ingin mengatakan keseriusan saya terhadap mu, seperti yang pernah saya katakan satu tahun yang lalu kepada mu.  Sampai sekarang aku masih menunggu jawaban atas pertanyaan satu tahun lalu yang belum pernah kau jawab, aku masih menunggu itu dan masih menunggu kesempatan untuk kembali bisa berbicara dengan mu.
Ri andai sutu hari nanti kamu membaca tulisan ini, semoga hari itu belum terlambat. Ri selama ini kamu hanya diam dan membuat saya selalu bertanya ada apa sebenar nya..?,  jujur saya sangat ingin sekali tahu tentang apa yang kamu fikirkan, tapi aku sadra aku harus menghargai semua keputusan mu Ri, sekarang ini aku bagaikan berdiri di astas seutas tali diam Goyah berjalanpun goyah.  Selama kamu diam seperti sekarang ini, kenangan di saat kita masih saling berkomunikasi lah yang akan selalu menemani ku, teringat di saat kamu mengajarkan aku satu matakuliah, di saat kamu memberikan nasehat , semua masih terekam jelas di dalam ingatan ku.
Ri saya benar-benar ingin menjalankan semua apa yang pernah saya utarakan dengan serius, aku berharap kita bisa kembali saling berbicara dan berkomunikasi dengan baik. Saya hanya ingin kepastian atas Niat dari Keseriusan saya terhadap Ri, jika masih ada kesempatan maka katakan lah namun jika sudah ada orang lain yang menutup kesempatan itu, maka katakan lah...
Maaf dan Terimakasih.......RI........
14 SEPT 2013 12.03

0 Response to "Maaf dan Terimakasih"

Posting Komentar

Flag Counter