Sebuah Permohonan



Selasa 15 april 2014 menjadi malam-malam tertakhir ku di perkebunan batu ampar, tidak terasa dua bulan waktu telah berlalu begitu cepat. Secerca asa dan harapan telah terbangun di sini, semua rencana indah telah di tulis di dalam doa, dengan bermediakan sujud dihiasi tinta air mata.  Setelah esok aku akan menghadapi dunia yang sesungguh nya, dunia yang keras dimana aku tidak dapat lagi bergantung dengan ayah dan bunda. Hari-hari dalam buayan itu tidak akan ada lagi, yang ada hanyalah masa depan dalam gengaman tangan, akan terlempar ke jurang terdalam atau akan senan tiasa terangkat menatap dada langit.
Flag Counter