Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 36


 Istana Dalam Mahkota Hati



Buitiran-buiran indah kembli mengalir tanpa pertanda, entah mengapa mereka mengalir di pagi ini.?, padahal aku tak nampka dalam diri ini sebuah kesakitan atau sebuah kesalahan. Setelah usai aku bersimpuh di hadapn-Nya pagi ini, tiba-tiba saja butiran-butiran indah penuh cinta dalam pengharapan mengalir begitu terasa seirama dengan dzikir dan detak gumpalan daging dalam dada, sungguh syahdu. Hanya ada satu bayangan yang terus menari dalam imaji di setiap do’a dan tidur panjang ku serta saat butiran-butiran indah itu mulai mengalir ke tubuh bumi.
Pagi ini shabat ku bernama AG, berkata kepada ku “ kalau sudah urusan cinta sulit untuk mengapai surga, malah akan lebih dekat ke neraka”, denga polos nya aku menjawab “ Yah wajar kita ini manusia yang punya nafsu, mari kita sama-sama belajar mencari cinta yang membawa kita pada surga Allah”. Tiada di pungkkiri kini cinta atau yang popular disebut “ PACARAN” sudah banyak di jalani dengan cara yang negatif. Ya Allah jauhkan lah aku dari perbuatan dosa yang berkedok cinta, berikan lah aku keikhlasan hati dalam menyayangi dan mencintai, baerikan aku Hijab Hati, berikan dan tunjukan aku jalan  menuju Cinta yang Syar’i
.
Tuhan aku hanya manusia biasa yang teramat sangat jauh dari kesempurnaan, aku mudah berubah dalam sekejap, warnailah hati ini dengan warna indah pelangi surga agar aku selalu mengingat nama Mu dan nama nya, dalam setiapa hentakan kaki-kaki indah gumpalan daging yang berdetak ini.
Seutas tali kisah terikat simpul dalam pohon-pohon memorial hidup, potongan–potongan episode indah  bersama tatapan suci hati besar sang simponi senyum, begitu indah dan sulit di lupakan serta di ungkapkan. Biarkan, biarkan aku melangkah bersama nafas wangi sang pelangi yang membawa kedamaian. Cukuplah aku simpan semua kesalahan ku dalam menyayangi di masa lalu menjadi sebuah cambuk pengajaran yang akan membawa aku ke jalan yang lebih baik.
Dalam rinai-riani hujan di pagi itu, tersimpan sebuah harapan dan do’a mengalir dan mengalun bagai melodikal sebuah orksetra hati, Terimakaih Ya Allah. Kekuatan dan keagungan hati yang lama akan tak kulihat akan menjadi ujian dan berkah tersendiri buat ku karena di saat itulah Allah tengah mengajariku tentang cara Bersyukur, Ikhlash dan Menanti sebuah kebenaran Hati. Biarkan lah aku berdiri di tepian hati ini menunggu sebuah kebenaran Hati yang Hakiki, walau kebenaran itu akan sulit dan tak kunjung terungkap dalam Kejujuran hati terhadap sang simponi senyum “K”.
Di mata suci sang  simponi tersimpan sebuah cinta dan kasih sayang yang teramat tulus, terbang mendalam menelusuri sendi-dendi hati di setiap segi dalam kebenaran.  Ya allah izinkan lah aku belajar lebih banyak dari nya, berikan aku kesempata untuk menyimpan memori indah mutiara hati sang pelangi dan berikan aku ke ridhoan mu untuk meraih puing-puing  istana dalam mahkota hati sang simponi senyum. Aamin………… ( My Pray)
Senin, 16 Januari 2012, Istana Dalam Mahkota Hati


Pukul  06:00 

0 Response to "Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 36"

Posting Komentar

Flag Counter