My Pray
Semusim
telah berlalau dngan penuh kenangan hiruk pikuk kebisingan dunia yang
memecah pesona keikhlasan, lebih dari sekedar rindu terasa setelah
semusim di lewati dengan penuh kenangan-kenangan indah nans semu dan tak
berbentuk. Sepi sendiri menunggu dating nya bulan berikut, bagaikan
kaum fakir menunggu uluran tangan para dermawan yang lmabat laun menjadi
angkuh. Akankah simponi itu kembali akan menebarkan mekar indah
bunga-bungan musim semi yang baru saja berlalu.
Mungkin
kah aku yang lemah ini akan bertahan dalam kerapuhan berjuta
butir-butir kerinduan akan anugerah mu terhadap kejujuran hati. Lama
memang akan tak kutatap sosok terang dalam kegelapan, namun semua akan
terasa ringan bila aku bisa melalui tangga-demi tangga waktu di masa
lalu dan masa depan. Kapan lagi akan ku jama kehangtan hati dan ucapan
sang simponi senyum yang menjelma kupu-kupu musim semi yang melalui
setiap getir kepak sayap nya akan menghasilkan pelangi musim semi
menghiasi monoton nya langit nan bertabur awan dengan latar berwarna
biru gagah itu, sedikit mirip dengan gambaran hati dan langkah ku menuju
tangga-tangga impian di masa depan “ MONOTON”.
Kehadiran
kupu-kupu musim semi telah memberikan warna yang lebih indah dari warna
pelangi sejati nya, dia telah memberikan warna menakjubkan itu dalam
kolom langit-langit hati yang termaktub dalam setiap goresan
episode-episode berderik dan berpacu berasama hentakan jemari dan
lanatai ketik.
Walau
kini engkau ada di sana dan aku berada di sini di pisahkan oleh luasnya
jalan tol, namun aku sepaka rasa yang sesungguh nya tak mudah di dapat
harus ada perjuangan dan kesabaran, seperti yang telah di lakuka para
pejuang hati nan syar’i. suatu saat ingin kutuliskan berasama dirimu
kisah nan indah dan takan kita lupa saat kita bersama di bawah langit
senja khatulistiwa, agar kita bisa menyatakan kepada mereka lewat
bait-baiat kata tentang kisah indah itu di kisah di bawah khatulistiwa.
Waktu
krusial kian menujun ambang batas kekuatan hati, namun lagi-lagi imaji
akan senyum itu memberikan kekuatan ikhlash agar jiwa rentan ini dapat
bertahan dalam kesusahan penantian hidup. Sungguh penantian atas
harapan pasti memang terasa amat berat bila di rasa, namun terasa amat
manis dan menyenangkan saat kita lewati tapak demi tapak dengan penuh
kesabaran.
Duhai
Ilahi beriakan laha ku kekuatan dalam penantian dan lindungi aku dari
asa tentang putus asa, biarkan lah butir-butir air mata ini mengalir
dengan izinmu, karena engkau telah tiupkan rasa itu kedalam jiwa yang
rentan,namun berikanlah butir-butir air mata yang teramat angat legit di
akhir penantain ini “ dekatkan dan persatukan hati ku dengan sang
simponi senyum dan naungi kami sengan kasih sayang mu”
Selasa 7 februari 2012
Pukul 10:27
My Pray
0 Response to "Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 37"
Posting Komentar