Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 37

 My Pray






Semusim telah berlalau dngan penuh kenangan hiruk pikuk kebisingan dunia yang memecah pesona keikhlasan, lebih dari sekedar rindu terasa setelah semusim di lewati dengan penuh kenangan-kenangan indah nans semu dan tak berbentuk. Sepi sendiri menunggu dating nya bulan berikut, bagaikan kaum fakir menunggu uluran tangan para dermawan yang lmabat laun menjadi angkuh. Akankah simponi itu kembali akan menebarkan mekar indah bunga-bungan musim semi yang baru saja berlalu.
Mungkin kah aku yang lemah ini akan bertahan dalam kerapuhan berjuta butir-butir kerinduan akan anugerah mu terhadap kejujuran hati. Lama memang akan tak kutatap sosok terang dalam kegelapan, namun semua akan terasa ringan bila aku bisa melalui tangga-demi tangga waktu di masa lalu dan masa depan. Kapan lagi akan ku jama kehangtan hati dan ucapan sang simponi senyum yang menjelma kupu-kupu musim semi yang  melalui setiap getir kepak sayap nya akan menghasilkan pelangi musim semi menghiasi monoton nya langit nan bertabur awan dengan latar berwarna biru gagah itu, sedikit mirip dengan gambaran hati dan langkah ku menuju tangga-tangga impian di masa depan “ MONOTON”
.
Kehadiran kupu-kupu musim semi telah memberikan warna yang lebih indah dari warna pelangi sejati nya, dia telah memberikan warna menakjubkan itu dalam kolom langit-langit hati yang termaktub dalam setiap goresan  episode-episode berderik dan berpacu berasama hentakan jemari dan lanatai ketik.
Walau kini engkau ada di sana dan aku berada di sini di pisahkan oleh luasnya jalan tol, namun aku sepaka rasa  yang sesungguh nya tak mudah di dapat harus ada perjuangan dan kesabaran, seperti yang telah di lakuka para pejuang hati nan syar’i. suatu saat ingin kutuliskan berasama dirimu  kisah nan indah dan takan kita lupa saat kita bersama di bawah langit senja khatulistiwa, agar kita bisa menyatakan kepada mereka lewat bait-baiat kata tentang kisah indah itu di kisah di bawah khatulistiwa.
Waktu krusial kian menujun ambang batas kekuatan hati, namun lagi-lagi imaji akan senyum itu memberikan kekuatan ikhlash agar jiwa rentan ini dapat bertahan dalam kesusahan penantian hidup.  Sungguh penantian atas harapan pasti memang terasa amat berat bila di rasa, namun terasa amat manis dan menyenangkan saat kita lewati tapak demi tapak dengan penuh kesabaran.
Duhai Ilahi beriakan laha ku kekuatan dalam penantian dan lindungi aku dari  asa tentang putus asa, biarkan lah butir-butir air mata ini mengalir dengan izinmu, karena engkau telah tiupkan rasa itu kedalam jiwa yang rentan,namun berikanlah butir-butir air mata yang teramat angat legit di akhir penantain ini “ dekatkan dan persatukan hati ku dengan sang simponi senyum dan naungi kami sengan kasih sayang mu”
Selasa 7 februari 2012
Pukul 10:27
My Pray 

0 Response to "Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 37"

Posting Komentar

Flag Counter