Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 7

Dengan mengingat senyum Itu...!!


Akhirnya bisa kutuliskan lagi kisah ku mala mini setelah mengerjakan tugashampir sepuluh jam, lelah memang lelah tetapi aku merasaharus menuliskan kisah ini karena aku menemukan satu hal unik lagi mengenai senyum itu. Malam ini sekitar pukul 23:30 mata ku sudah merasa mengantuk namun tugas Anaslisis Vegetasi ini masih jauh dari kata selesai. Di tengah2 kelelahan qw aku menemukan hal yang sangat berbeda yakni aku kembali mengingat dan merasaakan simponi senyum dari dalam hati itu. Secara sepontan semangat ku kembali terasa  entah mengapa lagi-lagi ini adalah rasa yang tidak aku mengerti,
Kamu harus bersukur karena tuhan memberikan mu senyum itu. Senyum yang memberikan banyak pahala kepada mu, kakrena dengan mengingat senyum mu telah berhasil mengumpulkan sisa-sisa semangat ku yang tersisa malam ini, semua itu karena hari itu, karena senyum itu, dank arena diri mu. Mungkin kata-kata di setiap baris yang kutulis tidak bisa mengungkapkan betapa hebat nya diri mu, tetapi hanya ini yang dapat aku  lakukan untuk mengungkapkan hal yang tak kuasa aku ungkapkan.

Betapa lelah aku har ini, namun kelelahan ini tetap tidak bisa menutupi kekaguman ku akan dirimu sang pemberi arti. Hanya dengan senyuman engkau dapat memberikan arti berbeda dalam hidup ini, ini sudah lebih dari sekedar indah dalam hidup ku, ini adalah hal terbaik dalam dunia ku. Selamat malam aku ucapkan untuk kamu  mungkin engkau sedang terlelap dalam mimpi indah mu, atau engkau sedang bersimpuh di hadapan NYA, untuk memaohon hal besar, atau engkau sedang sibuk berkutat dengan semua tugas mu sama seperti aku.
Inilah cara Allah mengabulkan do’a ku. Bukan dengan cara memberikan apa yang aku mau tetapi dengan cara memberikan apa yang aku butuhkan. Jujur aku membutuhka kamu dan aku sangat merindukan senyuman dan suara riang tawa mu semua itu lebih berharga dari apapun yang paling indah dan berhar di duni ini semua itu hanya kamu terimakasih KH.

Jumat, 09 Desember 2001
Pukul 02:32

0 Response to "Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 7"

Posting Komentar

Flag Counter