Mencari Cahaya Hati-Mu
Deraian
derik langkah, menyelami setiap imaji dalam ribuan butir-butir pasir
masadepan, begitu banyak orang baik yang tengah mengharapkan orang baik
itu. Hati kecil ini semakin larut dalam ke kacauan tarian imajiner
tentang bayang-banyang sang simponi senyum itu. Langkah ini semakin
berat terasa saat semua terasa semakin jauh, semakin samar-samar bagai
nyanyian burung camar di tengah hujan air mata dalam setiap simpuh sujud
ku.
Sekilas
mimpi-mimpi itu semakin terasa akan menjadi nyata, namun kembali
terpaan halilintar dan angin musim dingin, membuayrkan semua impian yang
seakan berlari jauh meninggalkan ku dengan kenangan akan senyum indah
sang simponi senyum, dalam setiap imaji lelaki renta makin lemah desiran
nadi nya. Memukul pacuan hati dengan deburan ombak semangat sang
patriot hati lebih indah dari pelangi musim semi, karena rasa itu berasa
dari hati dan
Kembali
coba aku ukir kenangan indah tentang masa-masa dimana setiap bait kata
nya kembali mengisi ruang-ruang hampa dalam setiap lemari-lemari dari
sebuah kisah potongan episode hidup ini, mungkin kata-kata yang
terangkai terlihat tidak tertata dan terlalu berputar-putar, semua
kerena aku memang sedang bingung dengan semua ini, dengan kejujuran ini.
Di sisi lain ingnin aku gapai kupu-kupu musim semi yang membawa
kehangatan dan mencairkan bekuan-bekuan hati, nmaun di sisi yang berbeda
sahabat-sahabat dan keluarga terbaiku juga menginginkan orang baik
itu. Sekarang aku hanya sedang mencoba membangun imperial peradaban hati
yang ikhlash, karena rasa ini dari Allah, oleh Allah, Untuk Allah, dan
Karena Allah itu lah alasan aku menyanangi wanita ini.
Satu
hal yang selalu aku ingat “ Wanita yang baiak untuk Lelaki yang baik
dan begitu sebalik nya”, untuk sekarang saya hanya akan mencoba makin
mendekatkan diri kepada Allah, dengan begitu Allah akan membimbing saya
menjadi oaring baik, semoga saja Aamin. Apa pun yang akan terjadi dalam
kisah langkah titian anak tangga episode hidup ini, akan aku berusaha
menjalani semua dengan ikhlash dan penuh pengharapan dan Ridho sang
Pemilik Nyawa ini. Ku serahkan semua kisah kejujuran hati akan bermuara
dimanpun, jika nanti tidak bermuara di pelabuhan hati sang simponi
senyum, aku akan tetap bahagia dan bersyukur karena telah bisa mengenal
dan menyayangi nya, namun bila kejujuran hati ini bermuara kepada
kebesaran hati nya, maka aku akan sangat bahagia dan bersyukur karena
dia lah bidadari syurga yang aku harap kan.
Kembali
aku menanti kebesaran itu di pertengahan bulan ke tiga, berharap
setitik cahaya turun teruntai bersama senyum indah itu. Sekeras apa pun
aku menjaga hati dan pandangan ini namun tetap saja keindahan itu
memaksaku makin dekat dengan imajiku. Semoga ridho-Mu akan selalu ada
dalam setiap jengkal kejujuran hati ku kepada sang simponi senyum “ K “.
Aamin……… mencari cahaya hati mu……
Selasa 21 februari 2012
Pukul 10:30
0 Response to "Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 38"
Posting Komentar