Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 38

Mencari Cahaya Hati-Mu





Deraian derik langkah, menyelami setiap imaji dalam ribuan butir-butir pasir masadepan, begitu banyak orang baik yang tengah mengharapkan orang baik itu. Hati kecil ini semakin larut dalam ke kacauan tarian imajiner tentang bayang-banyang sang simponi senyum itu. Langkah ini semakin berat terasa saat semua terasa semakin jauh, semakin samar-samar bagai nyanyian burung camar di tengah hujan air mata dalam setiap simpuh sujud ku.
Sekilas mimpi-mimpi itu semakin terasa akan menjadi nyata, namun kembali terpaan halilintar dan angin musim dingin, membuayrkan semua impian yang seakan berlari jauh meninggalkan ku dengan kenangan akan senyum indah sang simponi senyum, dalam setiap imaji lelaki renta makin lemah desiran nadi nya. Memukul pacuan hati dengan deburan ombak semangat sang patriot hati lebih indah dari pelangi musim semi, karena rasa itu berasa dari hati dan
karena Allah.
Kembali coba aku ukir kenangan indah tentang masa-masa dimana setiap bait kata nya kembali mengisi ruang-ruang hampa dalam setiap lemari-lemari dari sebuah kisah potongan episode hidup ini, mungkin kata-kata yang terangkai terlihat tidak tertata dan terlalu berputar-putar, semua kerena aku memang sedang bingung dengan semua ini, dengan kejujuran ini. Di sisi lain ingnin aku gapai kupu-kupu musim semi yang membawa kehangatan dan mencairkan bekuan-bekuan hati, nmaun di sisi yang berbeda sahabat-sahabat dan  keluarga terbaiku juga menginginkan orang baik itu. Sekarang aku hanya sedang mencoba membangun imperial peradaban hati yang ikhlash, karena rasa ini dari  Allah, oleh Allah, Untuk Allah, dan Karena Allah itu lah alasan aku menyanangi wanita ini.
Satu hal yang selalu aku ingat “ Wanita yang baiak untuk Lelaki yang baik  dan begitu sebalik nya”, untuk sekarang saya hanya akan mencoba makin mendekatkan diri kepada Allah, dengan begitu Allah akan membimbing saya menjadi oaring baik, semoga saja Aamin. Apa pun yang akan terjadi dalam kisah langkah titian anak tangga episode  hidup ini,  akan aku  berusaha menjalani semua  dengan ikhlash dan penuh pengharapan dan Ridho sang Pemilik Nyawa ini.  Ku serahkan semua kisah kejujuran hati akan bermuara dimanpun, jika nanti tidak bermuara di pelabuhan hati sang simponi senyum, aku akan tetap bahagia dan bersyukur karena telah bisa mengenal dan menyayangi nya, namun bila kejujuran hati ini  bermuara kepada kebesaran hati nya, maka aku akan sangat bahagia dan bersyukur karena dia lah bidadari syurga yang aku harap kan.
Kembali aku menanti kebesaran itu di pertengahan bulan ke tiga, berharap setitik cahaya turun teruntai bersama senyum indah itu. Sekeras apa pun aku menjaga hati dan pandangan ini namun tetap saja keindahan itu memaksaku makin dekat dengan imajiku. Semoga ridho-Mu akan selalu ada dalam setiap jengkal kejujuran hati ku kepada sang simponi senyum “ K “. Aamin……… mencari cahaya hati mu……
Selasa 21 februari 2012
 Pukul 10:30 

0 Response to "Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 38"

Posting Komentar

Flag Counter