Ketika Hamba- Mu Berharap



Bissmillahirrahmanirrahiim...
Ya Allah terimakaish atas nikmat hidup yang telah engkau berikan sepanjang hari ini, tida habis nikmat yang engkau berikan, di mulai dengan  rizky Mu, kesempatan menempuh pendidikan hingga kesempatan merasakan cinta orang-orang terbaik.Ya Allah betapa Agung dan besar diri-Mu dan betapa indah mahluk ciptaan-Mu, hari demi hari telah aku jalani dengan penuh harapan, aku akan menemukan jawaban atas segala kegundahan yang ada di dalam jiwa. Selangkah demi selangkah susunan kerikil ter lewati demi mendapatkan jawaban atas segala pertanyaan dari jalan hidup yang telah engkau pilihkan untuk ku.
Ya Allah hati ini terus merana meratapi kenyataan di depan mata, hamba-Mu  terus bertanya, terus mencari jawaban. Namun entah mengapa jawaban yang hamba-Mu harapkan belum juga turun,  bila jawaban itu sudah turun mengapa hamaba belum menemukan nya?, apakah hamba-Mu ini telah menjadi si keras hati, sehingga sukar menerima semua jawaban dan keputusan Mu. Tuhan jangan Engkau samarkan jawaban-jawaban itu Biarkan lah yang hitam menjadi hitam dan yang putih menjadi putih.

Ya Allah kembali aku ingat persitiwa satu tahun yang lalu, di mana Hati rapuh Hamba Mu ini terpaut oleh seorang hawa ciptaan-Mu, begitu anggun hatinya dan begitu besar keimanan nya terhadapmu. Hingga akhirnya diri memtuskan untuk lebih memahami dan mengenal wanita itu, dalam hati telah ku tanamkan niat untuk bersungguh-sunggu menyayangi nya dan akan membawa cinta hambamu ini ke jalan yang kau ridhoi, menuju sebuah jenjang yang lebih serius di mana seorang muslim menyempurnakan agamanya. Namun entah mengapa impian itu berlahan-lahan di hancurkan hingga hati ini terkoyak entah berapa lamanya, menyisakan berjuta pertanyaan dan menyisakan waktu untuk di nanti, menanti sebuah harapan yang awalnya di yakini akan berbuah manis, namun kembali hampa di ujung peraduan.Satu tahun lebih berselang hambamu kembali menemukan sosos seorang wanita yang tak kalah menakjubkan, namun entah menagpa hati ini kembali terasa terkoyak, harapan dan impian untuk menyenmpurnakan agamamu di kemudian hari seakan kembali di hancurkan secara berlahan-lahan.
Ya Allah tubuh hambamu ini lemah dan renta, jiwa hambamu ini semakin melemah bukan karena hamabmu ingin, nmun karena beban perasaan yang teramat besar tengah hamabamu rasakan. Ya Allah tunjukan lah jawaban atas semua penantian ku  dan tunnjukanlah Kebahagian itu nyata, dan izinkan lah aku mengucapkan lafaz cinta yang hakiki, lafaz cinta dalam sebuah pernikahan. Peliharalah tulus cinta hambamu ini terhadap mahhluk indah Mu itu... Kepada Mu aku Bermunajah dan kepada-Mu aku Berserah

0 Response to "Ketika Hamba- Mu Berharap"

Posting Komentar

Flag Counter