Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 44


Running OF

Siang ini jarak memang sugguh dekat, namun tetap saja hanya bisa menatap dari jauh dan mrenungi semua dari belakang, sesak sedikit terasa namun ini lah resiko yang harus di ambil karena mengagumi binaran dua pelangi,  kembali aku tatap pesona pelangi dari belakang tabir menikmati semua warna mu dari sisi gelap ku, masih kah aku mampu bertahan dengan keteguhan hati ini atau pelan mengakir keteguhan hati akan mulai terkikis dengan alunan rintik-rintik musim penghujan.
Sunguh bahagia melihat anak-anak tertawa bermain dan tersenyum, terlebih lagi melihat binaran pelangi tersenyum di balik tabir nya, semua kmbali hanya bisa aku ungkapkan dalam goresan-goresan di lembar kerja ku. Biarlah goresan ini menjadi bukti keberadaan ku, bahwa aku pernah hidup dan  pernah tertanam kisah indah itu, aku hanya berharap engkau akan tetap menjadi bintang dan terus berkumpul dengan jutaan bintang lain nya karena engkau memang kah bagian dari mereka
.
Coba lihat goresan-goresan indah di atas nammpak acak dan tidak beraturan semua lebih karena ketidak seimbangan hati. Membauat semua yang di fikirkan seakan bias bagaikan pendaran-pendaran cahaya pada efek tyindal membaur bersama sehingga teramat sulit untuk di bedakan membentuk benang-benang kenangan yang abstrak dan sulit di mengerti, itulah  gambaran kondisi hati yang mulai menurun konsistensi nya, semua memang membingungkan bagaikan bayang-bayang bias uap air memabnetuk fatamorgana.
Sudah cukup melihat butiran-butiran kenangan yang selalu Nampak imajiner di dalam setiap kahayalan, namun tampa mata ini bayangan semua pelangi-pelangi musim semi masih akan terpendar jelas terukir dan tergores dalam setiap kolom-kolom episode yanga kan tertata rapi membentuk memorial live record.
Kembali dari belakang dan hanya dari belakang aku mampu menatap mu dengan pegharapan kepada Allah, aku bisa menatap jauh kedalam hati mu. Hanya menatap saja, Allahamduliah… kau telah Hembuskan rasa ini ya Allah…. Aku titipakan rasa cinta dan rinduku kepadamu, peliharalah agar abadi  dan  selalu tertanam, sampaikan lah rasa rindu dan saying ku ini padanya… semoga suatu saat dia akan membaca goresan-goresan indah ku ini.. sebagai bukti hahwa aku pernah ada dan hidup di dunia ini.. dan sebagai orang yang dengan tulus mencintai  mu “ RI “.

Minngu, Mei 2012
Pukul 11:07

0 Response to "Simponi Senyum Dari Dalam Hati The True Story Begin: part 44"

Posting Komentar

Flag Counter