SAYAP - SAYAP PATAH

Bissmillahirrahmanirrahiim...
             Terkenang sebuah kisah di satu pagi, seorang lelaki duduk termenung dengan menatap sebuah lukisan setelah sujud nya. Ada setitik rasa sedih dan gundah terhadap apa yang telah terjadi dengan kisah. Kisah yang bila di fikir dengan logika akan sangat menyakitkan, tentunya hanya manusia maha sempurna yang tidak akan merasakan sakit dan kesedihan, ingin dia menjadi manusia itu namun sayang kesempurnaan hanya milik Allah.
                 Kembali di suatu pagi di tempat yang baru lelaki ini terpaku menatap sebuah gambar di layar kerjan, kembali dia termangu dan menahan tegar di pelupuk mata setelah mengucapkan kedua salam, duduk bersila dengan kain sarung lusuh nya diatas sajadah tipis yang di harapkan akan menjadi permadani di hari akhir.



                   Tak terasa sebuah kerinduan masih terasa di Tanah Borneo, walau dalam hati berharap dapat sedikit mengabaikan semua rasa yang semakin hari semakin tumbuh di tanah perantauan. Apalah daya diri bila sang raja telah jatuh dan di taklukan, sekuat apa kaki berpijak, sekuat apa tangagn menggengam, tetap tak akan berarti bila sang raja telah di jatuhkan dan bertrkuk lutut atas nama cinta.
             Kembali dalam imaji berucap ribuan kata “ Seandainya…”, hanya kata-katatersebut terus menagmbang di dalam benak, sehingga membentuk labirin kata yang tak berujung dan terus menjebak dirinya dalam sebuah angan indah tentang masadepan, dimana kelak ia akan menyempurnakan separuh agama dan ibadah nya. Biar, biarkan lah saja, cinta yanga kan membuat kisah nya senidiri, biarka lah cinta yang memberi keputusan akhir, sebab akan ada cinta yang sebenar benar nya cinta, cinta yang di turunkan oleh Allah.
                     Ditanah borneo, selalu ada secarik nama yang di sebut setelah semnyebut nama-Nya, sebuah nama yang di impikan dapat menjadi teman di masa susah maupun senang, sekarang biarlah lelaki ini menerima kasih saying Allah, dengan belajar arti sabar, dengan belajar aarti menyayangi dan dengan belajar arti dari sebuah penantian panjang.
                     Yah aku, lelaki ini adalah aku seorang lelaki tak berkamna tanpa keimanan, seorang lelaki tak bermakna tanpa adanya Tuhan. Pagi ini kembali aku tuliskan kisah kegundahan dalam diri, tak kuasa ku kembalikan sayap-sayap patah dengan cepat, yang bisa di lakukan hanyalah kembali merajut sayap-sayap patah, hingga kembali menjadi utuh, sehingga nantinya  dapat  mengepak dan membawa aku terbang bersama impian ku dengan mu.
Dalam diam aku menunggu,
Dalam sepi aku bernyanyi
Tuhan kuatkanlah sayap-sayap patah
Hingga kelak aku dapat mebawa nya terbang
Dalam kesedihan ajarkan lah aku arti kebahagiaan
Dalam penantian ajrakanlah aku kesabaran, hingga nanti akan ku bawa dia dalam mahligai

0 Response to "SAYAP - SAYAP PATAH"

Posting Komentar

Flag Counter