Sebuah Langkah
Inggin aku ucapkan rindu kepada dada langit, sebelum
sang surya menjelang senyuman di hari yang baru. Sebelum cahaya menampar tampan
wajah hari, menerikan sebuah puisi dalam lembaran haru biru hari mendatang. Sebuah
kerinduan di atas tumpukan mimpi imajiner yang sudah tertahan menjadi basrisan
kata dalam setiap puisi di penghujung do’a dan setiap sujud ku.
Keluh bibir lidah ini untuk berucap, terkunci mulut
ini dengan nanar dan bergetar menyebut nama Nya seblum menyebut naman mu. Banyak
untaian bintang di langit yang ingin di uangkapkan, namun apa daya dia, dia
lelaki itu, aku lelaki itu hanya terus berlari sambil tersenyum dalam
hayal namun selalu menahan tegar di
pelupuk mata. Semua kenangan seakan kebali tertulis dan terpahat di penghujung
hari menuju senja yang di harapkan dalam sebuah labuhan dalam sebuah sandaran
mimpi.
Hari ini sebuah langkah baru menuju masadepan akaan
mulai di hentakan, berharap suatu hari kedua sayap akan mengepak beriringan
menuju mahligai yang menyempurnakan iman, islam dan ibadah. Dalam sekejap jiwa
kembali terhenyak sembari berkata “ ini memang hanya impian anak adam bodoh dan tak tahu malu, namun anak adam
bodoh dan tak tahu malu ini selalu berdoa dan menunggu hingga kelak
impian-impian indah akan menjadi sebuah
lembaran nyata.
Semoga sekembali nya nanti hati ini sudah benar-benar
yakin, yakin akan sebuah alasan yang akan di bawa menuju ke dua pemilikmu,
walau sejatinya untuk sebuah tujuan baik tidaklah memerlukan alasan. Semua alasan
di dunia telah di singkirkan sejauh
mungkin, hingga yang ada nanti adalah sebuah kebenaran dan kedamaina dari cinta
yang sebenar benar nya cinta. Bukan pula tanpa air mata saat langkah pertama
akan di ayunkan, seandainya saja ada salam terucap sebelum berlalu tentunya
senyum ini akan semakin ringan, beban di pundak akan menghilang, namun mimpi
adalah mimpi kenyataan adalah kenyataan.
Ya Allah sampaikan lah salam rinduku kepdanya,
sampaikan saying ku melalui angina yang berhembus, dan jagalah cintaku dalam
benteng kokoh, sekokoh gunung halimun. Mohon do’a dari mu agar perjalanan ini
mendapat kan Ridha-Nya, dalam satu langkah mengejar mimpi penuh cinta, dari
cinta menuju cinta hingga kedua sayap terbang seiringan dan mengepak dengan
alunan syahdu dua kalimah, menuju kesempurnaan sebagai seorang muslim. Aku pamit
wahai bidadari musim semi.

0 Response to "Sebuah Langkah"
Posting Komentar