Beban



Assalamualikum Wr Wb
Malam ini tepat tanggal 6 juni 2014, dan memasuki hari ke 7 ramdahan tepat pukul 01:27 WIBL (Waktu Indonesia Bagian Laptop). Tidak banyak yang bisa aku kerjakana saat ini yang ada hanyalah segudang kebingungan apa yang akan aku lakukan di hari esok, yang ada hanyalah segudang tandantanya dengan kendapa aku ini. Akhir- akhir ini terasa ada yang tidak beres dengan Fisik dan Psikologi ku. Semenjak ramdahan aku tidak bisa tertidur pada malam hari,  dan baru bisa tertidur saat tubuh mencapai batasnya, bukan hanya itu semangat untuk melanjtkan mimpi-mimpi indah yang pernah ditulis pun perlahan hilang. Entah apa yang terjadi pada diriku sekarang ini yang ada hanya barisan tanda tanya tanpa solusi.

Seperti yang sudah aku katakan sebelumnya akhir-akhir ini banyak keanehan yang terjadi hingga aku mulai menyadari apakah yang sebenar nya terjadi. Sempat mendengar banyak celotehan mengenai beban Sikologi, yah.. sepertinya aku sekarang memang tengah mengahadapi tekanan sikologi yang cukup tinggi yang tanpa disarai telah mempengaruhi kinerja dan pola normal ku.  Sepertinya mulai skearang aku haru banyak merenung dan memikirkan solusi dari masalah ku ini.
Setelah berfikir dan berfikir ternyata benar, ini adalah efek dari masalah lama yang belum terselesaikan. Sebuah masalah klasik anak muda yang tidak jauh-jauh dari konflik percintaan, kondisi yang sudah sangat lumrah terjadi dalam kehiudpan manusia. Jika saja wanita normal yang aku hadapi mungkin ini adkan mudah, masalahnya adalah yang aku hadapi bukanlah wanita normal. Normal yang aku maksud bukan lah normal sepperti sehat jasmani dan rohani itu yang harus dicamkan baik-baik. Coba fikirkan kembali wanita mana yang sanggup membuat seorang lelaki menunggu selama 2 tahun tanpa sebuah kepastian. Dalam kasus yang terjadi dalam kisah ku ini ada dua kemungkinan wanita tersebut benar-benar tidak normal karena terlalu istimewa atau hanya aku  saja yang bodoh dan tidak tahu kapan harus menyerah.
Setelah sekian lama merenung aku selalu meyakinakan diriku untuk percaya pada kemungkinnan pertama bahwa  wanita ini sangat istimewa. Sebenar nya aku memiliki keinginan untuk memeperjelas semuanya dan mengungkapkan semuanya, bahwa aku ingin menjadikan dia sebagai ibu dari anak-anak ku dimasa depan. Namun apa daya aku terlalu takut untuk mengungkapkan nya, aku terlalu takut untuk mengahpuskan keraguan seorang wanita dan menjadikannya milik ku.
Beberapa minggu ini ada beberapa orang yang menyarankan aku untuk menyerah, namun ada pula yang menyarankan untuk terus berjuang. Bahkan seorang sahabt karib ku mengatkan banyak hal dari mulai motivasi sampai ledekan dengan tujuan menyemangati. Tapi apa daya aku terlau takut, ada sebuah kata menarik yang selalu membuat ku tersenyum ketika sahabtku mengatakan “ mungkin saja 50 tahun lagi kamu akan terbaring sambil menyesal di rumah sakit sambil berkata andai “ aku punya sedikit keberanian maka hidupku akan lebih baik””. Walaupun itu adalah cuplikan kata dari filem 3 idiot, tapi cukup mengena ketika sahabatku itu bicara.
Kembali aku hanya dapat terus berharap untuk bisa mengatakan semuanya kepada wanita yang aku maksud. Karena semua tidak akan terjadi hanya dengan mengangankannya saja. Semua harus di lakuakn, semua harus di perjuangkan , semua harus di usahakan, dan semua harus di syukuri apapun hasil nya. Kita lihat bagaimana aku akan merubah semua dengan mengumpulkan sisa keberanian yang ada... mohon do’a nya yah..agar aku berhasil.
Waalaikumshallam........................











0 Response to "Beban "

Posting Komentar

Flag Counter