Catatan Sebuah Mimpi






               Kembali tenggelam kedalam sebuah mimpi besar, mimpi yang seakan terlalu tinggi dan tidak mungki ter-daki oleh ku, bukan karena tidak memiliki keinginan namun karena beragam keterbatasan. Saat mata terpejam di kala sang surya terbenam mimpi indah itu kembali muncul dalam bayang bayang setengah sadar ku. Aku berjalan di salah satu sudut kota yang penuh dengan pejalan kaki, menghampiri sebuah toko stiker bersama kedua orang yang bersama ku, satu laki-laki dan yang satunya lagi seorang wanita yang tidak aku kenal, tapi aku memanggilnya kaka, si laki laki memesan sebuah desain stiker yang bertulikan 8888, lalu aku pun memesan sebuah stiker dengan desain yang membuatku teringat akan semua kenanga ]n dan impian yang selama ini aku perjauangkan. Setelah itu aku berjalan menusuri sebuah jalan besar yang amat lengang, namun yang membingungkan hanya jalan yang kami lewati saja terasa sepi tanpa kendaraan yang lewat, sementara jalan di samping kanan dan kiri kami begitu penuh di lewati oleh kendaraan yang lalu lalang.


                  Tiba-tiba cerita berputar kearah sudut pandang dan kisah yang sedikit aneh, aku mengajak kedua orang bersamaku untuk mengunjungi salah stu tempat di kota Tokyo yang bernama Akiba, mereka semua bertanya untuk apa kita kesana, aku dengan senang menjawab, tentu saja sekarang kita sedang di jepang, walau bukan di tokyo kita bisa kesana dengan kereta. Tiba tiba kami terdiam dan melihat kejalanan yang lengang di hadapan kami dan cerita kembali berubah menuju laur yang baru, aku melihat seorang laki-laki dan seorang wanita yang berkata dengan keras “ ayo kita sambut mereka, bukan kah mereka itu hebat dan ini adalah peluang yang langka “, entah mengapa  aku merasa kata kata itu di tujukan untuk ku. 

                  Selang beberapa lama aku melihat 2 orang wanita yang berpakiana gamis dan jilbab serba hitam, salah satu dari mereka memakaia jilbab hitam kotak-kotak, namun mereka berjalan sambil ternyemum kearah kami dan melambaikan tangan seraya menyambut kami. Adegan tersebut terlohat sep
erti kami adalah orang terkasih mereka yang lama tidak mereka temui.

             Tiba tiba merduanya suara hujan dan katak membangunkan aku dari tidur ku, dan membuat aku tersadar akan sebuah kenyataan “ bila moment di atas adalah kenyataan  pasti akan sangat membahagiakan, namun setelah mengingat itu hanya mimpi semua terasa begitu menyakitkan” yang namanya impian memang akan sangat sulit di raih karena itulah di sebut impian, karena tidak semua orang bisa kesana. Apakah aku akan segera menjaid pemain atau hanya akan menjadi saksi mata, aku tidak tahu semua akan di tentukan 2 sampai tigatahun setelah hari ini.

“ 2017 Go To Japan “ inilah desain stiker yang aku pesan.

0 Response to "Catatan Sebuah Mimpi "

Posting Komentar

Flag Counter