Takut akan cahaya..
Dengan kuat aku menghela nafas ke arah langit..
Suara yang pelan seperti bisikan..
Menyatu bersama dengan bayangan seseorang..
Kehangatan ilusi pun akan berakhir..
Aku bernyanyi pada pemandangan yang berwarna merah..
Suaraku bergetar dengan harapan dapat tersampaikan kepadamu..
Berbeda dengan suaramu atau pun suara orang lain..
Namun dengan nada yang terlahir dari diriku seorang..
Impian yang masing-masing kita bayangkan dan inginkan..
Menjadi semakin berbeda sedikit demi sedikit..
Suara yang ada ketika kita bertengkar..
Aku takkan menutup telinga ini..
Semua orang memiliki kepercayaan di dalam hatinya..
Meski pun jika itu bukan segalanya..
Pemandangan kota yang berwarna merah bergumam padaku..
"Apakah tenggorokanmu gemetar saat kamu tak dapat mengatakannya?"
Meski pun jika aku berdarah atau ada di duri di depanku..
Aku akan menjawab suaramu yang memanggilku..
Yang selama ini telah terkumpulkan..
Kepingan perasaanku yang jatuh..
"Sampaikanlah" hanya cintalah yang kuharapkan..
Meski pun jika tak ada yang mendengarnya..
Aku bernyanyi pada pemandangan yang berwarna merah..
Semua perasaan ini kusimpan di hati meski pun tidak kuungkapkan..
Setidaknya ia menggema dan bukan dengan suara orang lain..
Melainkan dengan nada yang terlahir dari diriku seorang..
Aku akan menjawab suaramu yang memanggilku..
Aku akan menjawab suaramu yang memanggilku..

0 Response to "Each And All"
Posting Komentar